Tertangkap Kasus Narkoba, Jamal Preman Pensiun Ajukan Rehab

Tertangkap Kasus Narkoba, Jamal Preman Pensiun Ajukan Rehab

Surat pengajuan upaya rehabilitasi hendak dimohonkan pada Senin mendatang

REPUBLIKA. CO. ID, BANDUNG — Bekas pemeran tokoh Jamal di teater Preman Pensiun, Zulfikar, yang tertangkap polisi dalam kasus narkotika macam sabu, Kamis (27/8) kemarin, mengajukan rehabilitasi. Jamal ditangkap bersama kepala orang berinisial AA di wadah berbeda.

Sebelumnya, Jamal pernah ditangkap dalam kasus yang serupa pada Juli 2019 lalu. Ia mendapatkan rehabilitasi di pusat rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN). Namun, pascaselesai rehabilitasi kembali ditangkap.

Kuasa hukum Keelokan, Henky Solihin, mengatakan kliennya menyesal dengan apa yang telah diperbuat dan berharap dapat mendapatkan rehabilitasi. Menurutnya, surat pengajuan upaya rehabilitasi akan dimohonkan pada Senin kelak.

“Tetap akan mengajukan rehabilitasi kembali ya. Mungkin Senin nanti surat resmi kita olok-olokan, ” ujarnya, Ahad (30/8). Ia menjelaskan, pihaknya terus memantau kelanjutan Jamal pasca keluar dari tempat rehabilitasi.

Hengky mengaku menyesal atas perbuatan Keelokan yang kembali mengkonsumsi sabu. Terlebih katanya, peristiwa tersebut terjadi awalnya karena perilaku teman Jamal. “Sangat kecewa ya, pascarehabilitasi saya dengan biayain hidupnya, ibarat kaya anak sendiri, ” katanya.

Sebelumnya, mantan pemeran tokoh Jamal di Sinetron Preman Pensiun yaitu Zulfikar (39) kembali ditangkap leretan Satresnarkoba Polrestabes Bandung, Kamis (27/8) kemarin. Ia ditangkap saat cukup berada di indekosnya di Ustaz Cisaranten Kota Bandung dan ditemukan alat hisap sabu.

“Pertama saya minta maaf sebesar-besarnya kepada keluarga, umumnya pada klub, jangan sampai mengalami apa yang saya alami, ” ujar Zulfikar di Mapolrestabes Bandung, Jumat (28/8).

Pasca keluar sebab rehabilitasi, ia mengungkapkan pandemi Covid-19 sedang berlangsung dan membuat sulit mencari pekerjaan. Katanya, dengan perihal tersebut ia pun merasa termakan untuk kembali memakai barang suci sabu.

“Agak berat ketika baru keluar rehab situasi sedang lockdown dan memang order dan lainnya sedang sulit bagi saya, terakhir kemarin saya termakan untuk memakai lagi, itu dengan pertama kemudian saya berujung di sini, ” katanya.

Zulfikar pun mengaku banyak faktor yang lain yang membuat ia kembali membuktikan barang haram sabu tersebut. “Ya banyak hal lah, ” katanya.