Telkom University Dapat Bantuan Lab IoT dan Wireless dari XL

Telkom University Dapat Bantuan Lab IoT dan Wireless dari XL

Dukungan perlengkapan ini diharapkan mampu membangun ekosistem IoT dengan komprehensif

REPUBLIKA. CO. ID, BANDUNG–PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berkomitmen terus mendukung pengkajian solusi pemanfaatan teknologi, seperti Internet of Things (IoT), cloud computing dan 5G untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Salah satunya, menggunakan kerja sama dengan Telkom University, Bandung.  

Sebagai wujud dukungan, XL Axiata menyerahkan kira-kira perangkat pendukung berbasis teknologi berperan melengkapi fasilitas Laboratorium IoT & Wireless Communication Laboratorium di universitas yang telah banyak melahirkan banyak sekali ahli dan praktisi telekomunikasi serta IT di Indonesia tersebut.  

Bantuan itu diterima secara langsung oleh Rektor Telkom University, Prof. DR. Adiwijaya, S. Si., M. Si. pada Gedung Rektorat Telkom University, belum lama ini.

Menurut Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, di negara-negara maju, baik pelajar maupun mahasiswa telah terbiasa dengan pemanfaatan teknologi di dalam proses belajar mengajar hingga kehidupan sehari-hari. Tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini adalah keterbatasan teknologi yang bisa mendukung para pelajar, salah satu contohnya pada memahami seluk beluk IoT.  

“Sudah sejak lama kami memperhitungkan hal ini sebagai sesuatu yang penting untuk kita kembangkan dimulai dari lingkungan pendidikan. Karena tersebut, dengan senang kami menyerahkan tumpuan berupa sejumlah perangkat teknologi dengan bisa dimanfaatkan untuk praktek mahasiswa, yang terdiri dari tiga bagian, yaitu IoT Development Kit, high compute servers, dan perangkat BTS 5G, ” ujar I Gede dalam siaran persnya, Kamis (24/12)

Rektor Telkom University, Prof Dr Adiwijaya mengapresiasi dukungan dari XL Axiata tersebut. Menurutnya, tradisi pendidikan memiliki peran yang penting dalam pengembangan sumber daya berkualitas. Telkom University terus berinisiatif mengemukakan berbagai program yang dipercaya bisa mempercepat adopsi penggunaan teknologi, tercatat melalui kerjasama dengan XL Axiata terkait pengadaan peralatan untuk Lab. IoT hingga Wireless Communication Lab.  

“Kami berharap sokongan ini dapat menjadi gerbang untuk pihak lain untuk turut mengambil bagian dalam memajukan pendidikan pada Indonesia, ” katanya.  

Menurutnya, dukungan peralatan untuk Laboratorium IoT dan juga wireless communication Lab ini kami harapkan bisa membangun ekosistem IoT yang lengkap di mana selain sebagai sarana pembelajaran para dosen dan mahasiswa. Serta mampu menjadi tempat terciptanya produk maupun layanan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat saat itu.

Sementara itu, Group Head Jabodetabek sekaligus Ketua Alumni Universitas Telkom XL Axiata, Francky Rinaldo Pakpahan mengatakan, setelah sekian tarikh berkiprah di industri telekomunikasi, sudah sepatutnya para alumni turut berkontribusi memajukan dunia pendidikan di Nusantara salah satunya salah satunya mencuaikan almamater kelulusannya. Untuk itu, XL Axiata sangat terbuka untuk menjalin kerja sama serupa dengan universitas lainnya di Indonesia.

Pada kesempatan ini, XL Axiata secara langsung menyerahkan perangkat yaitu masing-masing OWON SDS7102-E Digital Oscilloscope sebanyak 1 buah, ESPectro32 V2 sebanyak 12 buah, dan NB-IoT Shield sebanyak 12 buah. Ketiga set ini tergolong ke dalam IoT Development Kit. Digital Oscilloscope sendiri dapat digunakan sebagai alat ukur elektronik yang dapat memetakan serta memproyeksi sinyal listrik dan saluran komponen elektronika.  

Oscilloscope ini memetakan hasil pengukurannya di bentuk digital maupun grafik sehingga lebih mudah untuk dibaca & dipelajari. ESPectro32 sendiri merupakan development board berbasis ESP32, mikrokontroler yang powerful untuk kebutuhan development sejenis program. NB-IoT Shield sendiri dimanfaatkan untuk mengirim dan menerima keterangan dari cloud melalui jaringan telekomunikasi. Sehingga, menggunakan AT-Command sebagai komando untuk menghubungkan device dengan jaringan telekomunikasi dari suatu provider yang sudah support NB-IoT.

Ada pula HPE ProLiant DL380 Gen 10 sebanyak 1 buah yang termasuk ke dalam high compute servers. HPE ProLiant DL380 Gen 10 merupakan server yang bisa digunakan sebagai bagian untuk menanggung kebutuhan perusahaan untuk optimasi pengerjaan kebutuhan akan data center.  

Selain itu, ada juga 1 set BTS with antenna + RRU + baseband dengan termasuk ke dalam perangkat BTS 5G yang dapat digunakan mahasiswa dan dosen untuk simulasi dan penggunaan teknologi 5G ke dalam aktivitas sehari-hari. Keseluruhan perangkat itu diletakkan di laboratorium IoT dan juga Wireless Communication Lab Telkom University untuk dimanfaatkan mahasiswa beserta dosen dalam proses perkuliahan.