Sudah 1, 7 Juta Pekerja Indonesia Dirumahkan Akibat Covid-19

Sudah 1, 7 Juta Pekerja Indonesia Dirumahkan Akibat Covid-19

380 ribu pekerja dari total 1, 7 juta terpaksa dalam PHK akibat pandemi Covid-19

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat 1. 792. 108 pekerja Indonesia dirumahkan atau terkena pemutusan hubungan kegiatan (PHK) sebagai dampak pandemi COVID-19 sampai dengan 27 Mei 2020.

“Kita harapkan penerapan ‘new normal’ (normal baru) bisa menggerakkan jentera perekonomian, sehingga para pekerja dengan ter-PHK dan dirumahkan bisa diprioritaskan untuk kembali bekerja, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan di wadah kerja secara ketat, ” sirih Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (2/6).

Rincian data yang telah diverifikasi dengan BPJS Ketenagakerjaan itu, 1. 058. 284 pekerja zona formal dirumahkan, 380. 221 praktisi formal terkena PHK, 318. 959 pekerja sektor informal terdampak COVID-19, 34. 179 calon pekerja migran gagal diberangkatkan, serta 465 pemagang dipulangkan.

Terkait secara normal baru, ia meminta para pengusaha kembali merekrut pekerja dengan telah dirumahkan dan terkena PHK karena pandem, untuk mengurangi nilai pengangguran.

Menurut tempat, perekrutan kembali para pekerja tersebut akan memberi keuntungan kepada para-para pengusaha karena mereka telah mempunyai keterampilan dan mengenal betul adat perusahaan sehingga mereka dapat hidup kembali tanpa perlu pelatihan kerja terlebih dahulu.

“Ini tentu menguntungkan perusahaan untuk memajukan produktivitasnya, ” kata dia.

Terkait dengan pekerja terdampak COVID-19, Menaker Ida juga menguatkan bahwa Kemnaker telah ikut mencari jalan menjaga daya beli masyarakat secara optimalisasi program balai latihan kegiatan (BLK) dan insentif pelatihan berbasis kompetensi Rp500. 000 per orang.

Selain itu, program padat karya infrastruktur, padat susunan produktif, Tenaga Kerja Mandiri (TKM), dan pengembangan kewirausahaan melalui agenda Teknologi Tepat Guna (TTG).

Kemnaker juga mendukung kebijaksanaan program 89, proyek yang akan direkomendasikan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek senilai Rp1. 422 triliun tersebut diharapkan menyerap sekitar 19 juta tenaga kerja.

“Sesuai arahan Menko Bidang Perekonomian, proyek PSN 2020-2024 ditargetkan dapat menyerap empat juta tenaga kerja setiap tahunnya atau semasa proyek itu berjalan, agregatnya bisa mencapai 19 juta orang, ” kata dia.

sumber: Antara