Senin Besok, Penindakan Pelanggar Ganjil Sempurna Dimulai

Senin Besok, Penindakan Pelanggar Ganjil Sempurna Dimulai

Dishub DKI antisipasi penumpukan penumpang saat implementasi sanksi bagi pelanggaran gan

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menyiapkan upaya untuk menyekat penumpukan penumpang pada transportasi umum saat penindakan tilang diberlakukan bagi pelanggar sistem ganjil-genap mulai Senin (10/8). Salah satunya adalah meniadakan headway atau jarak kedatangan mengiringi bus Transjakarta.

“Standar kecil pelayanan Transjakarta saat ini untuk headway-nya 5 sampai 10 menit. Sejak kemarin, saya sudah sampaikan itu tidak diberlakukan. Artinya, begitu ada antrean di dalam halte atau di luar halte, bus langsung bisa berangkat tanpa harus menunggu 5 menit, ” cakap Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo saat dikonfirmasi, Jumat (7/8).

Selain itu, sambung dia, petugas dengan ada di setiap stasiun dan halte akan disiagakan untuk menyusun kondisi antrean penumpang. Sehingga, sahih Syafrin, masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak antar penumpang.

“Kita minta kapasitas halte serta stasiun disesuaikan dengan kapasitas physical distancing, sehingga tidak terjadi penumpukan di stasiun atau halte TransJakarta. Antreannya dipersilakan di luar & ini sudah dikoordinasikan secara jalan dengan seluruh operator angkutan, ” ujar Syafrin.

Lebih lanjut Syafrin melahirkan, berdasarkan hasil survei yang dikerjakan Dishub DKI, seluruh penumpang transportasi umum telah mematuhi protokol kesehatan Covid-19, yakni mengenakan masker. Tempat menuturkan, apabila penumpang tidak memakai masker, maka tidak akan diizinkan menaiki transportasi umum.

“Jadi selama masa pandemi, Dishub melakukan survei penumpu pelayanan minimum. di antaranya ketersediaan sarana dan prasarna untuk menghalangi Covid-19. Untuk (penggunaan) masker telah 100 persen (dilakukan), ” membuka dia.

Di sisi lain, Dishub DKI Jakarta pun mengklaim terjadi penambahan jumlah penumpang transportasi umum sebanyak tiga persen selama tiga hari penerapan kembali sistem ganjil penuh bagi kendaraan bermotor pribadi, semenjak Senin (3/8). Namun, meningkatnya total penumpang itu masih dapat ditampung oleh masing-masing pengelola transportasi umum, seperti Transjakarta dan MRT.

Ditlantas Polda Metro Jaya memperpanjang masa sosialisasi terkait sistem pembatasan kendaraan bermotor ganjil genap (gage) hingga Minggu (9/8). Awalnya, sosialisasi itu akan dilakukan selama tiga hari, yaitu sejak tanggal 3-5 Agustus 2020.

Tetapi, polisi menilai, masih banyak bangsa yang belum mengetahui bahwa bentuk ganjil genap telah diberlakukan kembali di tengah pandemi Covid-19. Selama masa sosialisasi tersebut, para pelanggar dan tidak akan ditilang serta hanya diberikan sanksi teguran. Penindakan tilang itu akan efektif dikerjakan pada Senin (10/8) mendatang.

“Dari buatan evaluasi kita selama tiga keadaan sosialisasi, hari Senin, Selasa & Rabu itu ternyata masih penuh masyarakat yang melanggar dan kurang pelanggar itu banyak yang belum tahu bahwa ganjil genap telah berlaku, ” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo di Jakarta, Kamis (6/8).

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerapkan sistem jarang genap sejak Senin (3/8). Situasi itu dilakukan di 25 ruas jalan yang telah diatur pada Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2019 mengenai Perubahan Atas Peraturan Gubernur Cetakan 155 Tahun 2018 tentang Penyekatan Lalu Lintas Dengan Sistem Ganjil-genap. Adapun waktu penerapan aturan ganjil genap berlaku pada hari kegiatan mulai pukul 06. 00-10. 00 dan 16. 00-21. 00.