Sekda Bali: Tolak Pemohon Pelayanan Publik tak Pakai Masker

Sekda Bali: Tolak Pemohon Pelayanan Publik tak Pakai Masker

Jumlah pasien positif yang di perawatan (kasus aktif) ada 109 orang.

REPUBLIKA. CO. ID, DENPASAR — Sekretaris Daerah Bali yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19  Provinsi Bali Dewa Made Alat meminta aparatur pemerintah setempat agar menolak pemohon fasilitas pelayanan jemaah jika saat datang ke pejabat pemerintahan tidak menggunakan masker.

“Bagi pengunjung atau pemohon yang kedapatan tidak menggunakan masker, agar ditolak atau ditunda jalan pelayanan publiknya, ” kata Dewa Indra dalam keterangan persnya, dalam Denpasar, Kamis (14/5).

Hal tersebut, ujar dia, karena realitanya di lapangan masih banyak ditemukan warga kelompok yang tidak menggunakan masker masa bepergian keluar rumah.   Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Bali kembali menekankan pentingnya penggunaan masker dalam kegiatan sehari-hari warga masyarakat, untuk menahan laju penyebaran Covid-19.

Mengingat pentingnya penggunaan kedok itu, Dewa Indra melalui Surat nomor 149/GugusCovid19/V/2020 mewajibkan setiap tamu/pengunjung/pemohon di kantor atau fasilitas pelayanan publik untuk menggunakan masker.   Apabila pemohon penyajian publik merupakan penyandang disabilitas atau mereka yang kurang mampu secara ekonomi, katanya, maka kantor serta fasilitas layanan publik wajib menganjurkan bantuan masker sehingga dapat meneruskan proses pelayanan publiknya.

“Untuk maksud itu, pada unit-unit pelayanan publik perlu disiapkan masker untuk diberikan kepada pemohon pelayanan publik dengan bagian di atas, ” ucap fungsionaris asal Pemaron, Kabupaten Buleleng, tersebut.

Tulisan edaran ini akan diberlakukan pada seluruh instansi dan fasilitas pelayanan publik di Provinsi Bali dan ke tingkat kabupaten/kota se-Bali. Selain itu, juga akan diberlakukan kepada layanan pendidikan tinggi, jasa perbankan dan jasa keuangan.

Di sisi asing, hingga Kamis (14/5) jumlah tertimbun kasus positif Covid-19  di Provinsi Bali sebanyak 337 orang.   “Hari ini ada penambahan lima kasus baru, yakni satu orang pekerja migran, tiga orang karena transmisi lokal & satu orang pelaku perjalanan pada negeri atau datang dari wilayah terjangkit di Indonesia, ” sirih Dewa Indra.

Sementara jumlah pasien dengan telah sembuh secara kumulatif menjelma 224 orang, pada Kamis (14/5) bertambah empat orang yang sembuh. Untuk pasien yang meninggal karena Covid-19 masih tetap empat orang.

“Jumlah pasien positif yang dalam perawatan (kasus aktif) ada 109 karakter yang berada di delapan RS dan dikarantina di tiga tempat yang dikelola Pemprov Bali, ” ucap Dewa Indra.

sumber: ANTARA