Sejak Juni, Penjualan Rumah Subsidi di Garut Mulai Meningkat

Sejak Juni, Penjualan Rumah Subsidi di Garut Mulai Meningkat

Akad penjualan rumah subsidi dalam Garut meningkat 30 persen dipadankan awal pandemi

REPUBLIKA. CO. ID,   GARUT — Himpunan Perumahan Rakyat menyebutkan, usaha penjualan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan kecil (MBR) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mulai menggeliat meski masa ini kondisinya masih pandemi COVID-19.

“Sejak bulan Juni masyarakat tiba kembali mengajukan kredit rumah, ketentuan juga sudah mulai dilakukan, ” kata Ketua Himpunan Perumahan Kaum (Himperra) Kabupaten Garut, Widi Nugraha di Garut, Selasa (25/8).

Ia menuturkan, usaha perumahan terutama rumah subsidi sudah berangkat banyak diajukan masyarakat ke perbankan, bahkan ada yang proses janji dengan persentase peningkatan sekitar 30 persen dibanding awal pandemi turun drastis hingga 60 persen.

Menurut dia, turunnya usaha perumahan itu karena persoalan ekonomi masyarakat, selain itu pihak perbankan enggan mengambil risiko dalam kondisi pandemi COVID-19.

“Dari perbankan juga sudah menyambut cantik, percepatan (permohonan kredit) khususnya buat MBR tak dipersulit, ” sirih Widi.

Ia menambahkan, penutupan perumahan bagi masyarakat sedang tinggi, bahkan tidak seimbang secara ketersediaan lahan yang bisa dijadikan pemukiman di Garut.

Pelaku usaha perumahan, kata dia, berusaha mencari lahan pemukiman dengan lebih jauh untuk mendapatkan nilai yang murah.

“Untuk MBR harus cari tempat yang lebih jauh biar harga tanah lebih murah, ” katanya.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, membenarkan, ketersediaan tanah dalam Garut masih cukup sempit dibanding 310 ribu hektare lahan, sekitar 82 persen merupakan lahan konservasi.

“Hanya ada 18 persen untuk perumahan, jadi tak terlalu banyak, ” katanya.

sumber: Antara