Sebagian Muslim di India Rayakan Idul Fitri pada Senin

Sebagian Muslim di India Rayakan Idul Fitri pada Senin

REPUBLIKA. CO. ID, NEW DELHI – Muslim di India merayakan Idul Fitri pada Senin (25/5) di tengah penerapan lockdown di negara itu. Karena itu, Muslim di sana tidak menggelar sholat Idul Fitri berjamaah di masjid dan menghindari perayaan publik. Masyarakat beribadah di vila masing-masing dan tidak merayakan keadaan raya seperti biasa, termasuk menyambut tamu.    

Namun di Kashmir, Kerala dan beberapa tempat lain di India, Muslim merayakan Idul Fitri pada Ahad (24/5) setelah negara-negara Muslim mengumumkan akhir Ramadhan pada Sabtu (23/5). Namun, sebagian besar Muslim India mengikuti pengumuman oleh Pemimpin Masjid Jama Delhi, Syed Ahmed Bukhari, yang menetapkan 1 Syawal 1441 H pada Senin (26/5).  

Asisten Profesor di Departemen Teologi di Aligarh Muslim University, Nadeem Ashraf, mengutarakan Islam berfokus untuk melindungi kehidupan. Menurutnya, tidak mempertahankan aturan jangka sosial dalam situasi wabah virus corona saat ini membahayakan kesibukan orang. Hal itu menurutnya bakal dianggap keliru dari sudut pandang Islam.    

“Meskipun ada pembatasan pada pertemuan publik selama lockdown karena Covid-19, pengikut Islam telah menjalankan tugas petunjuk mereka dengan sangat baik, ” katanya kepada Bernama, dilansir pada Senin (25/5).  

Meski tidak ada perayaan Idul Fitri seperti biasa, namun Muslim pada India memilih untuk lebih banyak beramal di hari raya tersebut. Para pemimpin dan cendekiawan petunjuk telah mengimbau komunitas Muslim dalam sana untuk lebih banyak mengeluarkan kekayaan guna membantu mereka yang bertemu masalah keuangan selama lockdown . Akibat wabah serta penerapan lockdown, banyak yang menjadi pengangguran dan mengalami kerugian bisnis dengan signifikan   

Kepala Jamiat Ulama di unit negeri bagian Madhya Pradesh, Haji Mohammad Haroon, mengatakan orang-orang telah melayani seruan-seruan dan banyak yang berkontribusi pada pekerjaan amal. Dia mengatakan, momen Id ini adalah momen solidaritas dengan mereka yang memerlukan.

“Hari ini ana sedang menyiapkan banyak makanan untuk dibagikan di antara yang membutuhkan dan mereka yang kehilangan order. Begitu banyak orang lain hendak melakukan hal yang sama rupanya menerima tamu di rumah, ” kata Haroon.

Berita Lainnya