rs-di-bandung-mulai-pasang-tarif-pcr-rp-495-ribu-1

RS di Bandung Mulai Perangkat Tarif PCR Rp 495 Ribu

Pemkot Bandung mengaku tidak bisa memaksakan ketetapan bayaran pada RS swasta.

REPUBLIKA. CO. ID, BANDUNG–Sejumlah rumah sakit dalam Kota Bandung mulai mematok harga tes uji usap PCR mandiri sebesar Rp 495 ribu. Kebijakan itu seiring keputusan Kementerian Kesehatan tubuh (Kemenkes) yang menetapkan nilai tes uji usap PCR sebesar Rp 495 seperseribu untuk pulau Jawa serta Bali.

Direktur Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Bandung, dr Taat Tagore mengutarakan harga tes uji usap PCR di rumah kecil sudah dipatok dengan nilai sebesar Rp 495 seperseribu. Sedangkan rapid test dihargai Rp 125 ribu.

“Sudah, Mas (harga Rp 495 ribu), ” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (18/8). Kebijakan tersebut sudah diumumkan di laman Instagram RSKIA Bandung yang diinformasikan kepada masyarakat.

RSKIA sendiri membuka layanan tes uji usap PCR dengan metode drive thru dan home service . Sedangkan Sendi Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung baru hendak menyesuaikan tarif PCR secara harga Rp 495 seperseribu.

“RSUD mau segera menyesuaikan tarif penyeliaan PCR jadi Rp 495 ribu, ” ujarnya melalaikan pesan singkat.

Sebelumnya, Wali Kota Bandung Oded M Danial menodong agar rumah sakit memasukkan kebijakan dari pemerintah was-was terkait harga maksimal tes usap PCR. Namun, pihaknya sendiri tidak dapat mengeklaim kebijakan khususnya kepada sendi sakit swasta.

“Kalau memang bisa menguatkan, persoalannya itu swasta kalau diturunkan, swasta beda. Kami gak bisa sampai kesana, kalau ingin mah mau, ” katanya.