RCEP Diteken, Indonesia Bisa Nikmati Lonjakan Ekspor

RCEP Diteken, Indonesia Bisa Nikmati Lonjakan Ekspor

Indonesia nikmati limpahan ekonomi dari perjanjian perniagaan bebas.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) resmi diteken oleh 15 negara Asia Pasifik dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-4 RCEP, Ahad (15/11). Ratifikasi ini menjadikan RCEP jadi kesepakatan perdagangan bebas terbesar dalam dunia, menggeser posisi Kemitraan Trans Pasifik (TPP) yang sudah ditinggalkan Amerika Serikat (AS) pada 2017 lalu.

RCEP sendiri beranggotakan 10 negara bagian ASEAN, ditambah China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Anyar. Kelima belas negara mitra RCEP tersebut mewakili 29, 6 obat jerih populasi dunia, 30, 2 komisi nilai produk domestik bruto (PDB) dunia, 27, 4 persen jumlah perdagangan dunia, dan 29, 8 persen nilai investasi asing langsung (FDI) dunia.  

Angka-angka tersebut menunjukkan sungguh besar potensi ekonomi yang dihasilkan dari ratifikasi RCEP. Kesepakatan ini juga diharapkan bisa menghapus bermacam-macam tarif impor dalam kurun zaman ke depan.  

Gajah Perdagangan Agus Suparmanto menjelaskan, RCEP sendiri dicetuskan oleh Indonesia zaman menjabat sebagai Ketua ASEAN pada 2011 silam. Perundingan pertama dimulai Maret 2013 dan Indonesia bertindak sebagai Chair RCEP Negotiation. Total, perundingan RCEP berlangsung hingga 31 putaran.  

“Kerja tulang kita selama 8 tahun menghasilkan perjanjian setebal 14. 367 halaman. Yang terbagi ke dalam 20 bab, 17 annex, dan 54 schedule komitmen yang mengikat 15 negara peserta tanpa memerlukan satupun side letter , ” ujar Mendag Agus dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Enau, Ahad (15/11).  

Agus meyakini, ratifikasi RCEP memberikan konsekuensi positif bagi Indonesia. Indonesia digadang-gadang akan menikmati spillover effect atau limpahan ekonomi dari perjanjian perdagangan selamat yang dimiliki negara anggota maupun nonanggota.  

“Perluasan karakter Indonesia melalui global supply chain sejak spillover effect ini berpotensi meningkatkan ekspor Indonesia ke dunia sebesar 7, 2 persen, ” ujar Agus.  

Pemerintah mencatat, bahan ekspor Indonesia ke 14 negara anggota RCEP lainnya selama 5 tahun terakhir menunjukkan tren meyakinkan, sekitar 7, 35 persen. Di dalam 2019 lalu, total ekspor nonmigas ke kawasan RCEP mewakili 56, 51 persen total ekspor Indonesia ke dunia yakni senilai 84, 4 miliar dolar AS. Tatkala dari impor, negara RCEP mewakili 65, 79 persen total impor Indonesia dari dunia, senilai 102 miliar dolar AS.  

“Kajian lembaga swasta pada September lalu menyimpulkan bahwa dalam 5 tahun setelah diratifikasi, RCEP berpotensi meningkatkan ekspor Indonesia ke negara peserta sebesar 8 sampai 11 persen. Dan investasi ke Nusantara sebesar 18-22 persen, ” introduksi Agus.  

Negara-negara RCEP sendiri, ujar Agus, membuka muncul bagi negara di kawasan buat bergabung. Pesan ini khusus disampaikan kepada India yang pada KTT RCEP ke-3 di Bangkok tarikh lalu menyatakan mundur. Kendati sejenis, India masih diberi ruang buat kembali bergabung sebagai original 

Kita memahami tantangan ekonomi pribumi yang sedang dihadapi India sehingga belum berada pada posisi balik ke meja perundingan. Dalam KTT ke-4 tadi, para pemimpin negara sepakat RCEP akan tetap terkuak bagi India bila sudah siap bergabung sebagai original negotiating party .  

“Menurut briefing dari aspek perdagangan ini, saya ingin tekankan bahwa manfaat RCEP bagi Indonesia, sesuai hasil tilikan yang saya kutip di pada tidak akan terwujud apabila kita hanya menunggu dan tidak melaksanakan perubahan mendasar. Perubahan yang dimaksud, menjadikan program penguatan daya bertarung sebagai agenda tetap di zona perkonomian, ” kata Agus.