Prof Komaruddin: PTKI Unggulan Harus Sesuai Karakter

Prof Komaruddin: PTKI Unggulan Harus Sesuai Karakter

Jumlah PTKI itu begitu banyak dan tersebar di berbagai daerah.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Cendekiawan Muslim Prof Komaruddin Hidayat menyampaikan pandangannya soal program percepatan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) menjadi perguruan tinggi unggulan. Kalender tersebut digulirkan oleh Direktorat Pelajaran Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag).

Komaruddin menuturkan, perlu perumusan kriteria & target terlebih dulu untuk menciptakan PTKIN unggulan yang ingin dicapai. “Kalau hanya statement bersifat normatif dan umum, kita sulit menilai capaiannya, ” tutur rektor Universitas Islam Internasional Indonesia ini, kepada Republika. co. id , Senin (30/11).

Dia juga mengingatkan, total PTKI itu begitu banyak serta tersebar di berbagai daerah. Situasi demikian menjadi dasar untuk mengingat apakah kriteria unggulan itu harus diseragamkan atau didesain agar per punya distingsi dan karakter dengan berbeda.

Menurut mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut, kriteria PTKI unggulan harus langgeng memperhatikan potensi dan karakter yang dimiliki masing-masing PTKI. Misalnya, tersedia PTKI yang diberikan mandat untuk memproduksi ilmu pengetahuan bertingkat universal sebagai pembawa pertumbuhan ilmu keislaman Indonesia ke mancanegara.

“Mungkin perlu dipertimbangkan potensi dan watak masing-masing PTKIN. Ada yang dibebani mandat untuk memproduksi ilmu bersusun internasional, sebagai flag carrier kemajuan ilmu keislaman Indonesia dan kontribusinya pada dunia ilmu pengetahuan, ” jelasnya.

Sebagian PTKI dengan lain, lanjut Komaruddin, bisa lebih diarahkan untuk melakukan pengembangan dan pembinaan terhadap lembaga-lembaga pendidikan dalam negeri. Tujuannya, agar PTKI dirasakan kontribusinya bagi masyarakat & institusi keilmuan di sekitarnya.

“Lebih dari itu, PTKI mestinya jadi mitra pemerintah setempat di dalam memajukan daerahnya. Dan perlu juga diperjelas, apa target produk keilmuan yang akan dihasilkan dan sapa pengguna jasa yang dibidik, ” tutur guru besar filsafat petunjuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Oktober lalu, Kemenag meniti Diktis Kemenag membahas Program Percepatan PTKI Unggulan. Wakil Menteri Petunjuk Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, melahirkan PTKI unggul menjadi harapan dan ambisi bersama, sehingga bisa bersama-sama dengan perguruan tinggi umum di Indonesia.

“PTKI yang unggul di antaranya diukur dari reputasi akademik, reputasi lulusan, rasio fakultas, prodi dan mahasiswa serta dibukanya program internasional, ” terang Zainut.

Salah satu dari tujuh program unggulan yang akan dikerjakan Kemenag adalah mendesain ulang kurikulum PTKI. Direktur PTKI Kemenag, Suyitno mengatakan, tujuan redesain ini untuk melihat apakah sudah benar-benar bisa melahirkan profil lulusan yang indah dan unggul. Konsep redesain kurikulum tersebut, lanjut Suyitno, yaitu kampus merdeka dan merdeka belajar secara memperbanyak waktu pembelajaran di luar kampus atau di luar prodi.