Polda Jelaskan Meninggalnya Tersangka Dokter Pengguguran Ilegal

Polda Jelaskan Meninggalnya Tersangka Dokter Pengguguran Ilegal

Simpulan dokter aborsi ilegal dimakamkan dengan protokol Covid-19.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membenarkan kabar meninggalnya tersangka SWS, oknum dokter aborsi ilegal di klinik Jalan Raden Saleh 1 Kenari, Jakarta Pusat. SWS meninggal dunia di Rumah Sakit Kramatjati, Jakarta Timur, pada Rabu (30/9) pagi sekitar pukul 09. 00 WIB. Dikabarkan tersangka meninggal akibat terpapar virus Covid-19

“Dokter S ini memang pas tadi pagi sekitar pukul 09. 00 WIB itu meninggal dunia di rumah sakit Kramatjati, Jaktim setelah kurang lebih tiga keadaan dirawat di sana, ” perkataan Yusri di Kompleks Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (30/9).

Yusri menjelaskan, semenjak tanggal 5 Agustus lalu telah dilakukan penahanan kepada yang bersangkutan bahkan sudah diperpanjang. Kemudian dalam tanggal 24 September, tersangka SWS merasa kurang sehat, lantas dirujuk ke rumah sakit Kramatjati untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan. Di rumah sakit itu, tersangka SWS dirawat selama tiga hari & meninggal.

“Pagi tadi sudah diambil langsung, karena memang protokol kesehatan kami tetap melakukan penguburan dengan protokol kesehatan tubuh Covid-19. Tapi memang yang bersentuhan berumur 70-an ungkap Yusri.

Sebenarnya, kata Yusri, pada setiap tahanan di Polda Metro Hebat harus menjalani swab. Hal tersebut untuk mengetahui apakah tahanan itu positif Covid-19 atau tidak. Sebab memang salah satu syarat di setiap tersangka yang dilakukan penahanan pada rumah tahanan Polda Metro Hebat ini harus sesuai dengan adat kesehatan.

“Sejak daripada awal dan itu rutin awak lakukan. Jadi rutin kami lakukan rapid test dan juga swab kami lakukan di rumah tangsi Polda Metro Jaya ini, ” kata Yusri.