Pokok Korban Penembakan di Louisville Mengambil Unjuk Rasa Damai

Pokok Korban Penembakan di Louisville Mengambil Unjuk Rasa Damai

Pengunjuk rasa berencana untuk langsung turun ke jalan.

REPUBLIKA. CO. ID,   LOUISVILLE — Ibu dari Breonna Taylor, seorang perempuan kulit hitam yang tewas ditembak polisi di apartemennya bulan Maret lalu minta pengunjuk rasa menyampaikan aspirasi dengan nyaman. Tujuh orang tertembak dalam demonstrasi di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat (AS).

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Kentucky Andy Beshear beberapa jam setelah tembakan berantakan dalam unjuk rasa yang pada luar Gedung Kota. Kepolisian Louisville mengatakan satu orang dalam status kritis.

Wali Kota Louisville Greg Fischer mengatakan bukan petugas polisi yang melepaskan tembakan. Fischer menambahkan polisi justru memberikan pengobatan pada itu yang terluka. Rekaman video tumpuan televisi memperlihatkan para demonstran yang lari ke berbagai arah masa suara tembakan terdengar.

Pengunjuk rasa berencana untuk terus turun ke ulama. Ibu Taylor turut meminta presentasi digelar dengan damai. Dalam pernyataannya Tamika Palmer mengatakan putrinya yang seorang petugas medis menghabiskan hidupnya untuk orang lain dan ‘hal terakhir yang ia inginkan ialah lebih banyak lagi kekerasan’.

“Mohon terus sebutkan namanya, harap tetap tegakkan keadilan dan menodong pertanggungjawaban, tapi mari melakukannya secara cara yang benar tanpa silih menyakiti, kami bisa dan mau menciptakan perubahan, ini saatnya, yuk wujudkan tapi dengan cara yang aman, ” kata Palmer di pernyataannya, Sabtu (30/5).

Pada Jumat (29/5) malam ratusan orang berkumpul dalam pusat kota. Mereka menggelar muncul rasa hari kedua memprotes pembunuhan Taylor. Massa memblokir jalanan di dekat Gedung Kota dan berteriak ‘tidak ada keadilan, tidak tersedia kedamaian’.

Para pengunjuk rasa juga membawa poster dan spanduk yang menuntut keadilan untuk Breonna Taylor serta George Floyd. Seorang laki-laki jangat hitam yang tewas dibunuh aparat polisi Minneapoli. Polisi yang bernama Derek Chauvin mencekik Floyd secara lututnya walaupun laki-laki berusia 46 tahun itu mengatakan ia tidak bisa bernapas.      

Surat kabar  Courier Journal melaporkan dalam pukul 21. 30 waktu setempat polisi mulai berkumpul di pendahuluan Gedung Kota. Pasukan anti recok berbaris mendorong massa keluar sejak jalanan dekat Gedung.

Kamera stasiun televisi WAVE-TV menangkap gambar seorang aparat polisi melepaskan tembakan ke pokok mereka. Polisi itu tampaknya menembakan peluru merica.

“Saya terkena tembakan, aku tertembak, ” kata reporter WAVE-TV Kaitlin Rust di depan kamera.

Ia memberitahu pembawa acara di sanggar, kru televisi sudah berada pada belakang garis yang sudah ditentukan. Tapi polisi ingin mereka menjauh lagi.

Juru bicara kepolisian Jessie Halladay mengatakan hingga 22. 40 zaman setempat tidak ada tembakan yang dilepaskan. Ia juga mengaku tak ada laporan terluka serius. Tatkala mereka menangkap dua orang.

Menghadapi gelombang protes yang semakin besar. Penjaga mengatakan mereka tidak akan membiarkan kekerasan atau pengrusakan properti.

“Kami menghargai kebebasan berbicara dan memahami komunitas ini memiliki banyak hal yang ingin diungkapkan, kami mendengarkan Kamu, ” kata juru bicara Kepolisian Louisville Letnan Kolonel  LaVita Chavous.

sumber: AP