Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur Nandang Prihadi menerima obor Asian Games 2018 dari mantan petinju Pino Bahari di puncak Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (22/7).

Pino Bahari: Kirab Api PON Papua Tingkatkan Motivasi Olahragawan

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Mantan petinju nasional Pino Bahari mengatakan, Kirab Elektrik Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua jadi momentum untuk meningkatkan semangat serta motivasi atlet-atlet muda dengan akan pentas di perjamuan olahraga terbesar di Negeri tersebut. Pino berharap atlet muda dapat melanjutkan perjuangan dalam mengharumkan nama & bangsa Indonesia di medan internasional.

“Kami ingin memberikan semangat kepada adik-adik penerus prestasi nasional. Dengan hadirnya sosok olahragawan legendaris olahraga, mereka mampu terpacu bahwa kita berpunya bersaing di level negeri, ” kata Pino Usang, Ahad (26/9).

Terlebih, sambung Pino, negeri saat ini telah menyerahkan perhatian lebih terhadap atlet-atlet nasional. Kondisi ini jauh lebih baik dari periode saat dirinya masih aktif menjadi seorang atlet.

“Artinya harus bisa menjadi pemacu. Perhatian pemerintah dengan memberikan penghargaan kepada atlet berprestasi adalah ‘doping’ paling tepat. Makanya dengan momen kirab ini hendaknya memberikan motivasi untuk atlet yang sedang berjuang, ” ujar Pino menambahkan.

Pino tercatat jadi petinju terakhir Indonesia dengan mampu meraih medali emas pada ajang Asian Games. Kala itu, ia meraihnya saat bertanding di Asian Games Beijing pada 1990. Pino berhasil mengalahkan petinju kelas menengah putra Mongolia Bandiin Altangerel di final.

Hingga saat ini, belum ada petinju Merah Putih yang mengikuti jejak Pino di dalam pesta olahraga terbesar dalam Asia tersebut. “Kami mampu meraih emas. Sekarang merupakan masa mereka (atlet muda) untuk menjadi yang ulung dan bisa meraih hasil semaksimal mungkin, ” akang dari Nemo Bahari tersebut.

Untuk mampu melahirkan atlet, termasuk petinju kelas dunia, kata Pino, semua pihak harus silih bersinergi, khususnya di PON papua.

“Semua pihak harus hidup dengan profesional. Petinju merancang diri dengan baik, guru menyiapkan tim dengan tertib, dan yang mendapat kepercayaan bertugas sebagai official ring juga bekerja dengan pengorbanan tinggi, ” jelas Pino. “Sehingga nantinya, bisa mengutarakan atlet yang terbaik. Lalu, dalam tinju hanya tersedia sudut merah dan sudut biru. Tidak melihat sejak mana atlet berasal. Atlet juga harus meyakinkan hakim bahwa mereka adalah pemimpin dengan cara tampil sebaik-baiknya. ”

Dalam PON Papua yang dengan resmi berlangsung 2-15 Oktober 2021, Pino akan bertugas membawa api abadi pada Biak pada Senin (27/9). Dia melakukan kirap obor PON Papua bersama petenis legendaris Indonesia Yayuk Basuki. Selain itu, hadir pula dua mantan atlet berprestasi asal Papua, yakni Maria Aibekob (loncat indah) dan Franklin R Burumi (atletik).