Petugas Medis Jakarta Belum Terima Insentif Sejak Maret 2020

Petugas Medis Jakarta Belum Terima Insentif Sejak Maret 2020

Pembayaran insentif akan langsung ditransfer ke rekening setiap petugas medis.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Para petugas medis dalam Jakarta, belum menerima insentif buat penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) sejak awal pandemi ini terjadi pada Maret 2020. Tersebut dialami petugas medis di antaranya RSUD Koja dan RSUD Rekan Minggu.

“Iya belum. Kalau kami dari Maret 2020 mestinya sudah mulai terhitung diberi dorongan sampai saat ini. Persyaratan sudah, kemudian sampai saat ini awak untuk kami di RSUD Koja itu sama sekali belum diterima karena masih proses mungkin, ” kata Direktur Rumah Sakit Ijmal Daerah (RSUD) Koja, Banjar dalam Jakarta, Rabu (19/8).

Ia mengaku seluruh petugas medis di rumah sakitnya belum menerima insentif sejak Maret 2020 hingga saat ini. Tetapi data-data yang dibutuhkan seperti salinan nomor rekening, kartu pegawai, termasuk surat pertanggungjawaban (SPJ) disebutkannya sudah masuk.

Banjar menuturkan bahwa dana dorongan yang berasal dari pemerintah sentral tersebut tidak diberikan melalui RSUD Koja, tapi prosesnya akan dikirimkan lewat Pemda DKI dan akan langsung diterima oleh seluruh petugas medis di RS.

“Jadi tidak ke RS, tapi langsung dari badan pengelolaan keuangan daerah (BPKAD) tepat ke personel. Jadi itu kan butuh proses, memang sudah berjalan lima bulan ini dan mungkin karena Pemprov DKI harus buat perda dan aturan lain, karena tempat menerima BOK (bantuan operasional kesehatan) baru dari kementerian, jadi barangkali masih proses, ” ujar dia.

Tatkala itu, Direktur Utama RSUD Rekan Minggu Yudi membenarkan informasi belum cairnya dana insentif untuk gaya medis dan dokter di tempatnya bekerja. Namun dia tak membaca lebih lanjut perihal insentif buat tenaga medis dan dokter tersebut. “Iya benar, belum keluar. Buat jelasnya mungkin bisa ditanyakan ke Dinkes, ” kata Yudi masa dihubungi.

Adapun besaran insentif yang diberikan untuk tenaga medis maksimal pada sebulan yaitu, dokter spesialis Rp 15 juta, dokter umum/dokter gigi Rp 10 juta, bidan atau perawat Rp 7, 5 juta dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta.

Pemberiannya sendiri dilakukan dengan proporsional atau disesuaikan dengan masa jaga atau kerja. Misalnya buat dokter spesialis dalam 30 hari, hanya masuk satu hari, sehingga perhitungannya satu berbanding 30 dikalikan Rp 15 juta, begitu seterusnya.

 

sumber: Antara