dua-tahanan-kejari-tasik-kabur-saat-isolasi-covid-19-di-rs-1

Perut Tahanan Kejari Tasik Suram Saat Isolasi Covid-19 dalam RS

Diduga, kedua tahanan itu kabur melalui jendela.

REPUBLIKA. CO. ID, TASIKMALAYA — Besar tahanan Kejaksaam Negeri (Kejari) Kota Tasikmalaya kabur era menjalani isolasi di Rumah Sakit (RS) Purbaratu, Jumat (2/4). Kedua tahanan itu diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Biro Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengaku telah mendengar informasi tersebut. Namun, dia belum mendapat informasi secara detail.

“Saya masih ingin konfirmasi zaman karena saat proses penyerahannya belum saya lihat buktinya. Nanti saya kabari secepatnya kalau sudah ada fakta pastinya, ” kata dia saat dihubungi Republika. co. id, Jumat.

Tengah itu, Kapolsek Cibeureum, Polres Tasikmalaya Kota, AKP Suyitno mengatakan, dua tahanan tersebut diketahui kabur pada Jumat sekira pukul 06. 30 WIB. Ketika itu, petugas yang hendak melakukan penyeliaan tensi darah pasien menyaksikan hanya ada satu benduan yang berada di dunia isolasi.

Menurut dia, aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Seharusnya, terdapat tiga tahanan dalam kamar itu yang menjalani isolasi karena terkonfirmasi meyakinkan Covid-19. Namun yang tertinggal tinggal satu orang.

“Pasien di dunia itu harusnya ada 3, tapi saat hendak dilakukan pemeriksaan pada pukul 06. 30, dibuka pintu letak satu orang, ” kata pendahuluan Kapolsek.  

Berdasarkan hasil pemeriksaan di TKP, tak ada pokok pintu yang rusak. Namun, pintu kamar yang menghubungkan dengan kamar lainnya pada posisi tak terkunci. Jendela di kamar yang terhubung dengan kamar tahahan serupa dalam posisi terbuka. Diduga, kedua tahanan itu kelam melalui jendela.

“Di ruangan itu ada jendela dan kaitannya sudah ke atas. Diduga kabur lewat jendela di kamar terpisah. Kalau zona tahanan tak ada jendelanya, ” kata dia.

Suyitno menjelaskan, ke-3 tahanan kejaksaan itu menyelundup ke RS Purbaratu di Rabu (31/3). Sementara perut tahanan yang melarikan muncul yaitu Dimas (38 tahun) dan Panji (28). Dimas diketahui tahanan kasus manipulasi, sementara Panji merupakan kasus narkoba.

Era ini, aparat kepolisian sedang berkoordinasi dengan kejaksaan untuk mencari alamat pelaku. Polisi akan terus melakukan pekerjaan.