pertamina-catatkan-umk-naik-kelas-sebanyak-6-731-mitra-1

Pertamina Catatkan UMK Naik Kelas Sebanyak 6. 731 Mitra

Pertamina memiliki 9 program unggulan pemberdayaan UMK guna memerosokkan naik kelas

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Jumlah mitra arahan PT Pertamina (Persero) dengan dinyatakan naik kelas semakin bertambah banyak. Bahkan, di tiga tahun terakhir jumlahnya menyentuh angka lebih sejak 6. 700 UMK naik kelas. Semua ini tidak terlepas dari program-program penting yang telah disusun Pertamina melalui Program Pendanaan UMK (PUMK) untuk mendorong para-para mitra binaan menjadi UMK naik kelas.

Pjs Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan, saat ini Pertamina memiliki sembilan program unggulan untuk pemberdayaan UMK untuk mendorong untuk naik posisi. “Para mitra binaan bakal dibina menjadi UMK Go Modern, Go Digital, Go Online, atau Go Global disesuaikan dengan kondisi usahanya berdasarkan hasil kurasi, ” jelasnya.

Lebih rinci, Fajriyah menjelaskan, menjelang akhir trimester ketiga tahun 2021 ini terdapat 44 UMK naik kelas. Ditambah dengan sebanyak 120 pengikut UMK Academy tahun 2021 di mana program tersebut merupakan program akselerasi bagi UMK agar naik bagian. Sedangkan pada tahun 2020 lalu terdapat 795 UMK naik kelas dan tahun 2019 sebanyak 535 UMK naik kelas. Sehingga total mitra binaan PUMK naik kelas sebanyak 1. 886 UMK.

Kemudian, jumlah ini juga ditambah dengan mitra binaan Panti BUMN yang dikelola Pertamina. Yakni kolaborasi antara Pertamina dan Kementerian BUMN untuk membangun sebuah tempat bersama untuk berkumpul, belajar, & membina para pelaku UMK di 30 titik di wilayah Indonesia. Dari mutlak 9. 550 mitra binaan RB, sebanyak 50, 7 persen atau 4. 845 mitra binaan dinyatakan menjelma UMK naik kelas.

Seluruh UMK itu, lanjut Fajriyah, dinyatakan terangkat kelas setelah memenuhi kaum kriteria UMK naik kelas. Seperti mengalami peningkatan omzet, kapasitas produksi, jumlah pekerja, penambahan sertifikasi dan izin usaha, perluasan pemasaran, maka pelibatan masyarakat sekitar atau sociopreneur dalam ekosistem cara.

Salah mulia mitra binaan yang dinyatakan menjadi UMK naik posisi adalah Ratna Indrawati. Pemilik usaha Ratna Artshop yang memproduksi aneka kerajinan rotan ketak di Bali dan Nusa Tenggara Barat itu mengalami peningkatan jumlah omzet dibandingkan sebelum menjadi arahan Pertamina. “Sebelum jadi pacar binaan Pertamina, omzet berpindah Rp 40 juta bola lampu bulan. Saat ini mampu mencapai Rp 90 juta setiap bulan, ” perkataan Ratna.

Selain itu juga ada Suwono, salah satu binaan RB Mojokerto, pemilik UMK Kusen Tiga Putri turut berbahagia mampu menjual produk furniturnya mematok ke Korea Selatan. Penerimaan itu pun dia gunakan untuk terus meningkatkan penumpil mutu dan kualitas produk yang diproduksinya. “Semoga kedepan kami terus bisa mengekspor produk ke luar jati dan berkembang ke negeri lain, ” katanya.

Menurut Fajriyah, melalui Program PUMK, Pertamina ingin senantiasa menghadirkan energi dengan dapat menggerakkan roda ekonomi. Energi yang menjadi target bakar, serta energi dengan menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.

Pertamina juga senantiasa mendukung pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) melalaikan implementasi program-program berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) di seluruh wilayah operasionalnya. Hal ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Lingkungan dan Sosial (TJSL), menetapkan mewujudkan manfaat ekonomi di masyarakat.