pasien-covid-19-otg-disarankan-isolasi-mandiri-1

Penderita Covid-19 OTG Disarankan Isolasi Mandiri

Isolasi mandiri jadi opsi rasional mengingat RS rujukan Covid-19 rata-rata penuh.

REPUBLIKA. CO. ID,   SURABAYA — Penanggung Jawab Rumah Melempem Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara menyarankan, klub yang merasakam tanda-tanda terpapar Covid-19 namun bergejala kecil, untuk menjalankan isolasi sendiri. Menurutnya, isolasi mandiri adalah pilihan rasional mengingat rumah sakit rujukan Covid-19 rata-rata penuh.

“Bagi yang terpapar Covid-19 atau dengan merasa mulai ada isyarat Covid-19, utamanya gejala mudah, isolasi mandiri di sendi merupakan pilihan yang langsung dan rasional pada kedudukan sekarang ini, ” sirih Nalendra di Surabaya, Senin (28/6).

Namun demikian, sendat dia, masyarakat yamg merasakan tanda-tanda terpapar Covid-19, lestari harus melapor ke Puskesmas terdekat, meskipun tanpa petunjuk. Sehingga nantinya akan ada petugas yang membantu memantau untuk menjalani isolasi sendiri. Masyarakat juga bisa mendapatkan panduan isolasi mandiri pada situs Covid-19 pemerintah.

“Rumah sakit telah banyak yang penuh. Ketekunan serta paparan Covid-19 semakin banyak dan sangat berpotensi menular. Keberadaan nakes dengan mulai kewalahan dan letih karena tiap hari dihadapkan pada sejumlah penderita Covid-19 yang harus dilayani, menandakan faskes mulai mengalami kejenuhan, ” ujarnya.

Nalendra memang sangat mengkhawatirkan kondisi tenaga kesehatan, menyusul terjadinya lonjakan kasus Covid-19 yang mengakibatkan rumah melempem kebanjiran pasien. Nalendra menguatkan, RSLI sudah mencapai titik puncak kemampuan merawat anak obat Covid-19.

“Dengan kapasitas 410 bed, level hunian sekarang telah mencapai kisaran 350-an pasien dan jumlah inden (antri masuk) yang semakin menjamur hingga sampai tembus di atas 200-an antrian, ” ujarnya.

Nalendra menegaskan, yang menjadi fokus perhatian ialah kelelahan tenaga kesehatan maupun relawan yang bertugas dalam RSLI Surabaya. Nalendra tahu, ketika tenaga kesehatan tiba kelelahan, dampaknya adalah dalam penurunan imun. Akhirnya mereka bisa tertular Covid-19, dan tenaga perawat menjadi semakin berkurang. “Kita harus pahami bersama bahwa begitu Nakes kelelahan imunnya turun & akan mudah terinfeksi, ” ujar Nalendra.