Pemudik Pulang ke Bogor Wajib Miliki Hasil Tes Swab Negatif

Perjuangan Kota Bogor di dalam melawan COVID-19 belum jadi.

REPUBLIKA. CO. ID, BOGOR — Pemerintah Kota Bogor menerapkan kebijakan wajib menjalani tes swab antigen dan isolasi mandiri di rumah, terhadap warga Kota Bogor dengan baru kembali mudik sebab kampung halamannya usai libur Lebaran.

Wakil Pemangku Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, pihaknya tetap meningkatkan pencegahan penularan COVID-19, sejak libur Lebaran untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Upaya pencegahan tersebut, mulai dari larangan mudik, pembatasan pergerakan kegiatan umum (PPKM) baik di tiang raya maupun di level pemukiman, hingga aturan wajib menjalani tes swab antigen bagi pendatang maupun masyarakat yang kembali dari mudik.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Enau juga sedang menyiapkan pengamalan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk pelajar mulai sejak tingkat SMA dan sekadar, SMP dan sederajat, tenggat sekolah dasar, pada tahun ajaran baru 2021/2022, berangkat Juli mendatang. Ia menjelaskan, untuk pelaksanaan PTM oleh sebab itu tren penularan COVID-19 harus sangat landai dan tanah air Bogor berada pada kawasan hijau atau kuning.

“Tapi, masyarakat sedang banyak yang belum paham. Masih ada masyarakat yang menerobos larangan mudik, ” katanya, Rabu (20/5).

Dedie juga tahu aparatur di wilayah Kota Bogor baik personil TNI, Polri, Satpol PP, camat, maupun lurah, untuk mampu memastikan siapapun yang menghunjam ke Kota Bogor, pertama mereka yang kembali daripada perjalanan mudik, harus mengikuti protokol kesehatan.

“Aparatur wilayah juga harus bisa memastikan pendatang & warga yang baru balik dari mudik, memiliki buatan tes swab PCR ataupun paling tidak tes rapid antigen dengan hasil minus, ” katanya.

Dedie juga menyebut, tersedia pergerakan penambahan jumlah peristiwa positif COVID-19 di Tanah air Bogor, yakni di Perumahan Griya Melati, di Kecamatan Bogor Barat. “Jadi kita harus terus waspada, harus terus mengingatkan warga, buat memutus rantai COVID-19, ” katanya.

Dedie menegaskan, mata rantai COVID-19 bisa diputus jika seluruh warga memiliki disiplin dengan tinggi, serta memiliki pemahanan dan kesadaran yang agung untuk mematuhi kebijakan negeri melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat.

Menurut Dedie, perjuangan Kota Enau dalam melawan COVID-19 belum selesai. “Target utama dengan terus diperjuangkan, adalah dengan jalan apa mengembalikan Kota Bogor mendarat starusnya dari zona oranye menjadi zona kuning, ” katanya.

sumber: ANTARA