Lindungi Konsumen, Mendag Pastikan Belanja Daring Diawasi

Lindungi Konsumen, Mendag Pastikan Belanja Daring Diawasi

Perlindungan konsumen di ranah digital telah diatur lewat PP 80/2019.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Gajah Perdagangan Agus Suparmanto menegaskan, bidang belanja daring tidak luput daripada pengawasan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Maksudnya memastikan agar masyarakat sebagai konsumen tetap mendapat jaminan keamanan berbelanja.  

Hal tersebut merupakan salah satu upaya negeri menegakkan perlindungan konsumen. Pernyataan tersebut disampaikan Agus dalam perayaan pucuk Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2020 yang digelar secara virtual serta dihelat terbatas di Trans Sanggar Mall Cibubur, Jawa Barat, Kamis (12/11).  

“Pemanfaatan teknologi menjadi salah kepala terobosan yang terus dikembangkan dalam tengah pandemi Covid-19. Berbagai transformasi pola perilaku konsumen yang terjadi akibat pandemi ini juga harus mampu diimbangi dengan berbagai kecendekiaan yang dapat melindungi konsumen dan pelaku usaha, ” jelasnya.  

Ia memperhitungkan, perubahan pola belanja masyarakat ke belanja daring akibat pandemi Covid-19 merupakan tren belanja terkini dan menuntut pemerintah dapat merespons perubahan tersebut. Upaya perlindungan konsumen di ranah digital, salah satunya menggunakan Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tarikh 2019 tentang Perdagangan Melalui Bentuk Elektronik.

“Peraturan Pemerintah itu memberikan keseimbangan antara perilaku karakter usaha yang bertanggung jawab dan pemberian ruangvsangat luas bagi konsumen untuk menggunakan hak-hak mereka. Tercatat menyampaikan pengaduan bila merasa dirugikan, ” tutur Agus.

Pada membangun iklim yang seimbang bagi pelaku usaha dan konsumen, Kemendag berkomitmen memudahkan pelaku usaha berbisnis dan dengan tegas mendorong agar para pelaku usaha memenuhi beragam kaidah perlindungan konsumen. Seiring situasi tersebut, Kemendag berupaya mewujudkan  konsumen berdaya.

  Salah satunya, dengan mengedukasi masyarakat agar lebih memahami hak-hak dan kewajiban mereka sebagai konsumen. “Edukasi konsumen adalah salah satu upaya memberdayakan & melindungi konsumen. Konsumen yang pandai dan berdaya akan mendorong para-para pelaku usaha untuk meningkatkan karakter produk dan layanan mereka, ” jelas dia.  

Kontribusi aktif konsumen dalam menuntut benar mereka, kata dia, dibutuhkan sebagai 

aspek vital dalam melahirkan kontrol sosial di bidang perniagaan. “Konsumen diharapkan berpartisipasi aktif dalam memberikan penilaian yang objektif bagi pelaku usaha agar tercipta kejernihan dan kontrol sosial pada perniagaan. Sehingga, pelaku usaha terpacu buat terus meningkatkan kualitas dan integritas agar mampu membangun kepercayaan konsumen dan bersaing secara kompetitif, ” tuturnya.