Kejadian Covid-19 Melonjak, Jepang Siaga Maksimum

Kejadian Covid-19 Melonjak, Jepang Siaga Maksimum

Jepang mencatat lebih dari 2. 000 kasus infeksi Covid-19 harian pada Rabu (18/11)

REPUBLIKA. CO. ID, TOKYO — Jepang mencatat lebih dibanding 2. 000 kasus infeksi Covid-19 harian pada Rabu (18/11). Kondisi ini membuat negara itu harus menjemput langkah siaga secara maksimal sebab jumlah wabah yang mencapai rekor dan dikhawatirkan dapat menyebar tak terkendali.

Perdana Gajah Jepang Yoshihide Suga mendesak agar berhati-hati dengan mengatakan negara di siaga maksimum. Sebanyak 2. 191 kasus Covid-19 telah dikonfirmasi hingga Rabu (18/11) pukul 22. 00 waktu setempat, jauh di akan level tertinggi sebelumnya yaitu satu. 720 kasus pada Sabtu (14/11).

Di Tokyo, kasus Covid-19 juga mencapai rekor tertinggi baru dengan jumlah 493, dengan prefektur terdekat, yaitu Kanagawa dan Saitama melaporkan angka rekor juga. Sementara di Osaka terdapat lebih dari 200 kasus terbaru yang memasuki hari kedua berendeng.

Tidak seperti lonjakan kasus Covid-19 sebelumnya pada Agustus, peningkatan wabah di Jepang saat ini juga telah mendorong banyaknya rawat inap di rumah melempem dibutuhkan. Hal ini telah memaksa pemerintah untuk mempertimbangkan tindakan lebih karena sistem perawatan kesehatan pada beberapa wilayah negara itu tiba menunjukkan risiko.

Suga telah meminta agar seluruh masyarakat melakukan tindakan pencegahan maksimal, kaya memakai masker sesering mungkin. Carik Kabinet Jepang Katsunobu Kato menekankan pemerintah tidak mempertimbangkan seruan buat menahan diri dari perjalanan antarprefektur.

Menurut Kato, masih terdapat langkah pencegahan untuk mengurangi risiko infeksi virus corona jenis baru yang tepat zaman bepergian. Shigeru Omi, kepala panel ahli dalam pertemuan majelis kesehatan, mengatakan jika virus terus merebak maka akan sulit untuk mengendalikannya melalui upaya publik saja & tindakan lebih kuat mungkin diperlukan.

Jumlah urusan Covid-19 serius di Jepang terangkat menjadi 276 pada Selasa (17/11). Jumlah ini mewakili lonjakan hampir 70 persen selama dua minggu terakhir di negara terakhir.

Data Kementerian Kesehatan Jepang yang dirilis pada 10 November menunjukkan Tokyo, Osaka, dan Okinawa sedang berada dalam tahap ke-3 pada skala keparahan wabah. Setidaknya 25 persen tempat tidur vila sakit yang ditujukan untuk pasien COVID-19 saat ini digunakan.

Sementara Hokkaido tetap berkecukupan di bawah ambang batas 25 persen. Ada 18 kasus pelik pada Rabu (17/11), menempati hampir 15 persen tempat tidur. Situasi ini terjadi karena peningkatan orang lanjut usia yang tertular virus.

Gelombang kedua berpusat di sekitar bar dan restoran dan kasus cenderung terjadi ke orang dewasa muda. Hal ini berarti bahwa banyak kasus mudah atau tanpa gejala.

Namun lonjakan ini telah mengajak populasi yang lebih luas. Kementerian Kesehatan Jepang telah mengidentifikasi 2. 147 kelompok kasus secara nasional pada awal pekan ini.