in-picture-siswa-ciamis-jalani-pjj-menggunakan-radio-komunikasi-2-1

In Picture: Siswa Ciamis Jalani PJJ Menggunakan Radio Komunikasi (2)

PJJ siswa Ciamis menggunakan radio komunikasi karena buruknya kualitas sinyal ponsel.

REPUBLIKA. CO. ID, CIAMIS —  Pihak sekolah hanya mampu menyediakan enam HT yang tersebar di lima kelompok diantaranya di Desa Ciakar, Karang Petir, Munggangwareng, Jambu Dipa, dan Jalin Wangkal.  

Dari enam HT tersebut, dua diantaranya sudah menggunakan antena permanen yang memakai frekuensi VHF dengan sistem “direct” lantaran tak memiliki “repeater”. HT yang memakai antena eksternal dipasang sebab orang tua siswa yang dijadikan tempat berkumpulnya kira-kira siswa dalam sebuah kawanan belajar.

Untuk kelompok yang pesawat HT-nya tidak menggunakan antena eksternal, mereka harus rela membongkar-bongkar frekwensi yang dapat menangkap pancaran dari HT sang guru. Untuk mendapatkan saluran yang tepat, tak kurang siswa harus berjalan menyalurkan mencari titik tertentu. Mampu di pinggir jalan, kebun, bahkan dalam hutan.

Beragam lika-liku perjuangan tersebut dilakukan lantaran dalam perkampungan tersebut tidak ada koneksi internet yang penuh.   Selain itu sumbangan kuota internet untuk menelaah dari pemerintah juga tidak bisa digunakan karena keterbatasan kepemilikan gawai, dan pula tidak ada koneksi internet yang cukup di kawasan tersebut.

Walaupun tidak sempurna, setelah berbagai uji coba, para tutor dan murid akhirnya mengandalkan HT sebagai solusi penelaahan jarak jauh. Semangat membiasakan dan mengajar para siswa dan guru menjadi modal dasar pembelajaran tetap bisa berlangsung di tengah keterbatasan akses komunikasi berbasis internet.