ganjil-genap-bogor-diterapkana-5-088-kendaraan-putar-balik-1

Ganjil-Genap Bogor Diterapkan,  5. 088 Kendaraan Putar Balik

Ganjil-genap balik diterapkan untuk mengurangi pergeseran masyarakat Bogor.

REPUBLIKA. CO. ID,   BOGOR— Sistem ganjil-genap balik diterapkan di seputaran carik sistem satu arah (SSA), Kota Bogor pada akhir pekan ini mulai jam 10. 00 WIB maka 16. 00 WIB. Dalam Sabtu (26/6), tercatat ada 5. 088 kendaraan dengan diputarbalik arah karena menentang ganjil-genap.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Penuh Susatyo Purnomo Condro menuturkan, berdasarkan data petugas, di lima lokasi check point terdapat 2. 393 kendaraan roda dua dan dua. 696 kendaraan roda 4 diputar balik arah. Secara sistem yang sama, ganjil-genap kembali diterapkan untuk menekan mobilitas masyarakat, dalam bentuk menekan angka kasus Covid-19 di Kota Bogor.

“Hari ini Satgas Covid-19 Kota Bogor kembali melakukan ganjil genap sebagai susunan dari pada upaya saya untuk menekan tingginya nilai Covid-19. Dari pantauan saya di sejumlah titik, tampak di jalan raya tidak terlalu padat. Semoga sosialisasi dan kesadaran masyarakat juga cukup tinggi di tengah tingginya angka Covid-19 pada Kota Bogor, ” cakap Susatyo, Sabtu (26/6).

Susatyo mengucapkan, ganjil-genap kali ini efektif mengurangi mobilitas warga. Lantaran, bersandarkan pantauannya, ruas jalan dalam pusat kota relatif tenang. Selain membatasi kendaraan dengan masuk ke Kota Bogor, Satgas Covid-19 Kota Enau menerapkan PPKM Mikro secara ketat untuk menahan mobilitas warga untuk berpergian ke luar rumah.

“Memang tidak terlalu banyak, dan semoga sosialisasi dan kesadaran masyarakat cukup tinggi di tengah tingginya angka Covid-19 di Tanah air Bogor. Personel Satgas Covid kelurahan, kecamatan, RT/ RW, semua berusaha membatasi mobilitas masyarakat, ” ujarnya.

Meski begitu, Susatyo mengegaskan tidak menerapkan sanksi kepada pengendara dengan melanggar ganjil-genap. “Kami cuma memutar balik kendaraan sekadar, ” ucapnya.

Selain memantau istimewa genap, Susatyo bersama Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Dandim 0606 Kota Bogor Kol. Inf Roby Bulan juga menyelenggarakan patroli dan sosialisasi protokol kesehatan kepada warga, terutama di titik-titik keramaian. Serupa berpatroli, petugas juga melakukan penyemprotan cairan desinfektan.

“Pertama tersebut menyampaikan pesan yang berpengaruh kepada warga bahwa situasinya genting. Tadi kami dibanding Satgas mengingatkan tentang aturan kesehatan, sekaligus menyemprotkan desinfektan dan kita melihat potensi-potensi pelanggaran di lapangan, ” ujar Bima Arya.    

Secara keseluruhan, kata Bima Arya, kepatuhan warga pas baik. Tetapi warga kudu terus diingatkan setiap zaman.  

“Kami akan memobilisasi semua kekuatan sampai di Kecamatan, Kelurahan, Kapolsek, Danramil, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT, RW, buat berputar terus mengawasi adat kesehatan dan mengingatkan warga. PPKM Mikro juga kita perkuat untuk mengurangi mobilitas warga, ” kata dia.