Fadli Zon Minta Maaf tak Bisa Cegah Pengesahan RUU CiptakerÂ

Fadli Zon Minta Maaf tak Bisa Cegah Pengesahan RUU CiptakerÂ

Pembahasan RUU Cipta Kegiatan telah mengabaikan partisipasi masyarakat.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat, karena ia tak mampu mencegah pengesahan RUU Cipta Kerja. Meskipun diakuinya, banyak substansi yang bermasalah di dalamnya.

Jadi mantan Wakil Ketua DPR serupa, Fadli mengaku, tak dapat mencegah pelaksanaan rapat paripurna pada Senin (5/10). Selain bukan anggota Baleg, ia juga termasuk yang terkejut adanya pemajuan jadwal sidang paripurna kemarin.

“Sekaligus mempercepat masa reses. Tersebut bukan apologi, tapi realitas dari konfigurasi politik yang ada, kami mohon maaf, ” ujar Fadli lewat keterangan tertulisnya, Rabu (7/10).

Dia melihat, pembahasan RUU Cipta Kerja juga telah mengabaikan partisipasi asosiasi, terbukti dari dikebutnya pengesahan regulasi tersebut. Padahal, undang-undang ini mengubah 1. 203 pasal dari 79 undang-undang yang berbeda-beda.

Sehingga, pembahasannya seharusnya dilakukan lebih lama agar bertambah cermat dan komprehensif. Bukan cuma dengan 64 kali rapat, yang diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu tahun.

Fadli juga menilai, UU Cipta Kerja ini dapat mengipasi instabilitas di kemudian hari. Masifnya penolakan di berbagai daerah, termasuk gerakan mogok nasional, menunjukkan regulasi ini hanya akan melahirkan kegemparan saja.

“Kalau terus dipaksa untuk diterapkan, ujungnya sudah pasti hanya bakal merusak hubungan industrial. Artinya, jalan buruh maupun pengusaha pada alhasil bisa sama-sama dirugikan, ini soal waktu saja, ” ujar Fadli.

Di samping itu, undang-undang ini malah dinilai sulit untuk menghadirkan investasi di Indonesia. Sebab investor memerlukan kepastian hukum, bukan kegaduhan dengan disebabkan oleh UU Cipta Kegiatan ini.

“Lagi pula, sudah bukan zamannya lagi menekan atau memangkas hak-hak buruh untuk menggaet investasi. Pokok, investor yang baik, selain isu lingkungan, biasanya juga sangat menggubris isu perburuhan, ” ujar Fadli.