Departemen ESDM Akan Evaluasi Delapan Lapangan Panas Bumi

Departemen ESDM Akan Evaluasi Delapan Lapangan Panas Bumi

Salah satu yang menjadi sorotan adalah kapasitas SDM yang masih terbatas.

REPUBLIKA. CO. ID,   JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan kesibukan evaluasi di delapan lapangan radang bumi.

Kepala Badan Penelitian & Pengembangan (Litbang) ESDM Kementerian EDM Dadan Kusdiana menyatakan, lapangan Cikakak 1 dan Cikakak 2 sebagai bagian dari lapangan Cisolok di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mau menjadi tahap awal kegiatan evaluasi. Proses penentuan lokasi ini bersandarkan data dari Badan Geologi.

Dadan menyoroti proses pengoperasian evaluasi dengan memperhitungkan potensi risiko dan mitigasi. “Potensi kendala yang mesti diantisipasi antara lain kehinaan data, belum tersedianya peralatan ataupun perangkat lunak yang dibutuhkan, perubahan lokasi lapangan panas bumi, dampak Covid-19 serta pendanaan”, kata Dadan, Jumat (16/10).

Salah satu yang menjadi sorotan adalah daya SDM yang masih terbatas. Dadan menyarankan untuk dilakukan penambahan gaya ahli yang kompeten terutama pada BLU Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Terakhir Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE).

Demi mengatasi kejadian tersebut, Direktorat Jenderal Energi Pertama Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) akan membentuk tim yang terdiri dari Badan Geologi, Ditjen EBTKE, dan Tenaga Ahli Menteri ESDM yang akan bersinergi untuk menilai pelaksanaan kegiatan ini.

Saat ini, BLU P3TKEBTKE pusat melakukan peer review terhadap usulan agenda survei, data hasil penyelidikan rinci (survei geologi, geokimia, dan geofisika), hingga model konseptual pada delapan lokasi tersebut. Tim BLU P3TKEBTKE juga akan menentukan titik bor ( well targeting ) sumur ekplorasi dari buatan peer review pada masing-masing lokasi.

Kepala P3TKEBTKE, Chrisnawan Anditya menjelaskan, BLU P3TKEBTE juga melaksanakan kajian terhadap aspek non-teknis seperti keberadaan jalan akses, lokasi sumber air, hingga kemiringan permukaan selalu menjadi hal-hal tambahan yang perlu diperhatikan.