Corona Arab Saudi: Lebih dari 100 Ribu Kasus, 712 Meninggal

Corona Arab Saudi: Lebih dari 100 Ribu Kasus, 712 Meninggal

Arab Saudi memiliki lebih dari 100 ribu kasus virus corona

REPUBLIKA. CO. ID, JEDDAH — Arab Saudi memiliki bertambah dari 100 ribu kasus virus corona setelah peningkatan 3. 045 dalam 24 jam terakhir. Demikian laporan Kementerian Kesehatan Arab Sadi pada Ahad (7 Juni).

Ini untuk pertama kalinya Arab Saudi melaporkan tambahan kasus bertambah dari 3. 000 dalam sehari. Kementerian Kesehatan juga melaporkan 36 kematian baru akibat virus tersebut, sehingga jumlah kematian menjadi 712.

Kerajaan mengumumkan adanya 1. 026 kasus pemulihan lebih lanjut, yang bermanfaat bahwa 72. 817 dari 101. 914 kasus telah pulih.

Sejalan secara tren baru-baru ini, sebagian gede kasus baru berada di pokok kota Riyadh (717), diikuti sebab Makkah (623), dan Jeddah (351).

Tanah air pelabuhan Damman di bagian timur mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 257.

Pihak berwenang Arab Saudi menetapkan kembali pembatasan di kota Jeddah dari Sabtu karena jumlah peristiwa virus corona terus bertambah.

Pembatasan akan melarang pergerakan di semua wilayah kota dari jam 3 suangi sampai 6 pagi dan melarang makan di restoran dan kantin.

Kehadiran di tempat kerja juga hendak dihentikan, dengan pembatasan akan berlangsung hingga 20 Juni.

Di tempat lain di Kerajaan, pihak berwenang sudah memberlakukan rencana tiga tahap yang bertujuan untuk kembali normal.

Kerajaan masa ini sedang dalam tahap dua dari rencana, di mana penjelajahan domestik antar-provinsi diizinkan dan penduduk dapat bergerak bebas selama jam-jam non-jam malam (6 pagi had 8 malam).

Penangguhan kehadiran di wadah kerja juga telah dicabut, yang memungkinkan semua karyawan di departemen, entitas pemerintah dan perusahaan zona swasta untuk kembali bekerja dari kantor mereka.

Namun, pedoman umum tak berlaku untuk kota Makkah, yang tetap terkunci.