Bupati Luwu Timur Meninggal karena Komorbid Jantung

Bupati Luwu Timur Meninggal karena Komorbid Jantung

Pemeriksaan tes usap etrakhir menunjukkan almarhum negatif Covid-19.

REPUBLIKA. CO. ID,   MAKASSAR — Direktur Utama RSUP Wahidin Sudirohusodo (RSWS) Makassar Khalid Saleh menyatakan Bupati Luwu Timur Thoriq Husler wafat dunia akibat penyakit penyerta (komorbid) yang dideritanya, seperti jantung serta hipertensi.

“Beliau memang pernah terkonfirmasi positif Covid-19 dan memiliki riwayat komorbid aib jantung dan hipertensi, ” perkataan Dokter Khalid, Kamis (24/12).

Ia menyebutkan Thoriq  telah melalui enam kali tes usap, hingga akhirnya pada tes usap terakhir menunjukkan almarhum tidak lagi positif Covid-19. Maka, ia pun dimakamkan tanpa pemakaman dengan Covid-19.

“Hasil pemeriksaan enam kali, awalnya itu positif-positif kemudian negatif, lalu positif-positif dan terakhir negatif. Jadi memang kondisi beliau sudah tidak sedang stabil karena memang punya komorbid, ” katanya.

Thoriq mulai dirawat di RSUP Wahidin sejak 14 Desember setelah mendapat perawatan di berbagai rumah sakit lainnya. Ia akhirnya meninggal dunia dalam RSUP Wahidin sekitar pukul 08. 00 Wita.

Terkait penelusuran kontak Thoriq Husler, Khalid mengucapkan tidak tahu persis berapa bagian keluarga yang ikut terkonfirmasi Covid-19. Sebab selain Thoriq, tidak ada lagi anggota keluarga lain yang dirawat di RSUP Wahidin Sudirohusodo.

“Setahu saya saat tersebut, istri almarhum sedang dirawat dalam RS Grestelina. Hanya itu, ” ujarnya.

Hal senada pula telah disampaikan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Ia menjelaskan Thoriq sempat dirawat di beberapa rumah sakit dengan status Covid-19, namun karena memiliki penyakit penyerta sehingga harus dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar.

“Terakhir dirujuk ke RS Wahidin dan kondisi beliau memang banyak komorbid, komplikasi dan sesuai dengan penyampaian rumah sakit beliau sudah negatif. Namun, karena memang kondisi penyakitnya, sehingga dia sangat sulit tertolong, ” jelasnya.

sumber: Antara