BMW Tingkatkan Kapasitas Produksi Baterai dan Mobil Listrik

BMW Tingkatkan Kapasitas Produksi Baterai dan Mobil Listrik

BMW tingkatkan kapasitas produksi untuk tumpuan 500. 000 unit mobil elektrik pada 2022.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA — Untuk mewujudkan ambisinya memproduksi 500. 000 mobil listrik pada 2022, produsen kendaraan BMW meningkatkan kapasitas produksi baterai serta motor listrik di pabrik Dingolfing, Jerman. Peningkatan juga dilakukan tercatat memperbarui sistem teknologi penggerak listriknya, e-drive.

Ketua Balai Manajemen BMW AG, Oliver Zipse, bersama pejabat pemerintah di Jerman telah meluncurkan produksi BMW e-drive terakhir di Dingolfing belum lama ini. Mobil baru ini menggabungkan motor listrik, transmisi, dan elektronik gaya. Generasi baru BMW e-drive akan digunakan untuk pertama kalinya di BMW iX3 teranyar, yang hendak mulai diproduksi di China di akhir musim panas.

Di Competence Center di Dingolfing, BMW Group akan memproduksi komponen powertrain listrik seperti modul baterai, baterai tegangan tinggi, dan motor listrik pada delapan jalur penerapan. Selama tahun-tahun mendatang, perusahaan mau menyiapkan empat jalur tambahan, dengan akan meningkatkan kapasitas produksi dengan signifikan.

“Kami tetap meningkatkan elektromobilitas dan menetapkan standar untuk transformasi industri kami. Di tahun 2022, di Dingolfing selalu, kami akan dapat memproduksi e-drive untuk lebih dari setengah juta kendaraan listrik per tahun. Pada saat yang sama, kami akan melahirkan campuran kendaraan yang sepenuhnya elektrik, hibrida plug-in dan model dengan mesin pembakaran pada satu urat, ” kata Oliver Zipse dalam pernyataan resmi, dikutip Ahad (5/7).

Dalam beberapa tarikh ke depan, area produksi Competence Center untuk Produksi E-Drive hendak diperluas hingga sepuluh kali patokan aslinya: dari 8. 000 meter persegi pada 2015 menjadi 80. 000. Jumlah karyawan juga akan bertambah. Pada paruh pertama tarikh 2020 saja, tenaga kerja muncul dari 600 menjadi 1. 000. Hingga 2. 000 karyawan akan bekerja dalam produksi e-drive di lokasi Dingolfing dalam jangka menengah, jelas BMW.

“Seperempat kendaraan BMW Group yang dijual di Eropa harus bertenaga listrik sebelum 2021; sepertiga pada tahun 2025 dan setengahnya pada tarikh 2030, ” kata Michael Nikolaides, kepala perencanaan dan mesin buatan serta e-drive.

Pada tahun 2023, BMW Group bakal menawarkan kepada pelanggannya tidak kurang dari 25 model kendaraan listrik, dengan sekitar setengahnya bertenaga listrik sepenuhnya. Pabrik BMW di Dingolfing telah memproduksi baterai tegangan agung seri yang diproduksi untuk BMW i3 sejak 2013.

Sejak 2015, pabrik itu juga memproduksi mesin listrik. Mayoritas baterai tegangan agung dan motor listrik untuk seluruh kendaraan listrik BMW Group datang fasilitas Dingolfing.

BMW Group memiliki jaringan produksi yang sangat fleksibel untuk powertrain elektrik. Baterai tegangan tinggi yang diperlukan untuk kendaraan listrik berasal sejak tiga pabrik baterai perusahaan dalam Dingolfing, Spartanburg (AS), dan Shenyang (China). BMW Group juga sudah melokalisasi produksi baterai di Thailand, di mana mereka bekerjasama secara Grup Dräxlmaier.

sumber: Antara