blinken-lakukan-kunjungan-israel-buka-akses-ke-gaza-1

Blinken Lakukan Kunjungan, Israel Buka Akses ke Gaza

IHRAM. CO. ID, TEL AVIV—Israel menjadi tujuan pertama Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di dalam kunjungan Timur Tengahnya, Selasa (25/5). Kunjungannya ke Israel ditujukan untuk meningkatkan perjanjian damai antara Hamas lalu Israel, serta membantu mempercepat bantuan kemanusiaan ke Gaza. Selain Israel, Blinken dijadwalkan akan mengunjungi Ramallah pada Tepi Barat, Kairo lalu Amman.

“Fokus utama kami ialah mempertahankan gencatan senjata, mendapatkan bantuan kepada orang-orang yg membutuhkannya, ” kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS.

Bersamaan dengan kedatangan Blinken, Israel setuju mengizinkan pengiriman bahan bakar, obat-obatan, dan makanan untuk sektor Gaza, perizinan pertama sejak 11 hari konflik lintas batas dimulai pada ten Mei lalu. Permusuhan tersebut dipicu oleh penggerebekan polisi Israel di kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem lalu bentrokan dengan warga Palestina selama bulan suci Ramadhan.

Sedikitnya 253 orang Palestina tewas di Gaza dan lebih dari 1. 900 terluka, kata otoritas kesehatan. Militer Israel menyebutkan jumlah korban tewas di Israel sebanyak 13 orang, dengan ratusan dirawat karena cedera. Selain itu, bangunan komersial, apartemen serta rumah pribadi di seluruh Jalur Gaza, tempat tinggal 2 juta orang, rusak berat dan hancur total.

Blinken, yang akan berada di wilayah itu hingga Kamis (27/5), berencana bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem serta Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ramallah pada Selasa malam.

Sementara itu Presiden AS Later on Biden mengatakan solusi dua negara (two-state solution) ialah satu-satunya jawaban untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina, dan menjanjikan paket besar dengan negara lain untuk membantu membangun kembali Gaza.

Disisi lain, Kelompok sayap kanan Netanyahu, pendukung keputusan Trump untuk menghentikan bantuan AS untuk Palestina, sangat menghindari penggunaan kata ‘negara Palestina’ dan terus membayangkan Israel dapat menguasai sebagian besar Tepi Barat.