bi-solo-catat-realisasi-penarikan-uang-capai-123-persen-1

BI Solo Catat Realisasi Penarikan Uang Capai 123 Tip

Buat uang pecahan kecil, bagian lima ribuan menjadi favorit masyarakat.

REPUBLIKA. CO. ID,   SOLO — Kantor Peserta (KPw) Bank Indonesia (BI) Solo mencatatkan realisasi penarikan uang selama bulan puasa sebagai persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1442 H mencapai Rp 4, 52 triliun atau 123 persen dari perkiraan asal yang sebesar Rp 3, 7 triliun. Realisasi yang lebih tinggi dari dugaan awal tersebut lantaran denyut ekonomi sudah mulai bergeliat meski masih di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Kepala Perwakilan BI Tunggal, Nugroho Joko Prastowo, mengatakan, peningkatan permintaan uang kartal tersebut dapat mengindikasikan akselerasi aktivitas ekonomi meski masih di tengah pandemi. Sebab, realisasi penarikan uang pada menyambut Lebaran 2021 meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 3 triliun.

“Peningkatan kesadaran terhadap protokol kesehatan dan pelaksanaan vaksinasi menjadi sumber keberanian warga yang menambah geliat aktivitas perekonomian saat ini, ” sebutan Nugroho kepada wartawan, Rabu (12/5).

Pecahan uang dengan disiapkan BI terbagi menjelma dua, yakni pecahan luhur terdiri dari Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu, serta pecahan mungil yang terdiri dari Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5. 000 dan Rp 2. 000.

Nugroho menjelaskan, secara nilai, komposisi potongan besar mencapai 84 tip dan pecahan kecil 16 persen. Namun secara total lembar (bilyet) didominasi sebab uang pecahan kecil menyentuh 67 persen dan pecahan besar 33 persen.

“Untuk uang potongan kecil, pecahan lima beribu-ribu menjadi favorit masyarakat menyentuh 36 persen, diikuti pecahan sepuluh ribuan 25 tip, dua ribuan 24 persen, dan dua puluh ribuan 12 persen, ” ungkapnya.

Nugroho serupa menyebut ada peningkatan penarikan uang pecahan besar. Dia menilai, selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hal tersebut juga ditujukan untuk mengantisipasi pengisian mesin ATM selama libur Lebaran

Menurutnya, perbankan di Solo Raya sangat siap dalam melayani kebutuhan uang kartal masyarakat selama liburan Keadaan Raya Idul Fitri tarikh ini.

“Namun dalam kondisi pandemi, sangat disarankan untuk melakukan pembicaraan secara nontunai untuk membantu memutus rantai penularan virus saat melakukan transaksi, ” pungkas Nugroho.