Besok, Dikbud Tangsel Gelar Orientasi Anak Secara Daring

Besok, Dikbud Tangsel Gelar Orientasi Anak Secara Daring

Pengoperasian PLS akan dilakukan dengan jalan jarak jauh atau secara daring.

REPUBLIKA. CO. ID, TANGERANG SELATAN — Dinas Pendidikan dan Kultur kota Tangerang Selatan (Tangsel) cepat melaksanakan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) atau biasa disebut masa orientasi siswa. Namun, pelaksanaannya akan dilakukan dengan cara jarak jauh atau secara daring.

Pelaksanaan kegiatan PLS dipusatkan di sekolah Al-Azhar BSD, Serpong dan dilakukan selama tiga hari. Yakni pada 13 datang dengan 15 Juli 2020. Mengenai hanya para guru dan aparat upacara yang diperkenankan datang ke sekolah. “Pada masa pandemi Covid-19, kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan ialah yang paling utama, ” sebutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kultur (Dindikbud) Kota Tangsel, Taryono, Minggu (12/7).

Taryono melanjutkan, kegiatan orientasi siswa ini dikerjakan seperti biasanya seperti kebanyakan siswa baru saat memasuki sekolah. Nantinya para siswa lengkap dengan menggunakan baju seragam sekolah asal. Tapi kegiatan orientasi tersebut dilakukan pada rumah masing-masing.

“Hanya petugas upacara dan guru yang hadir di sekolah, dengan memenuhi protokol kesehatan. Sedangkan siswa perdana peserta PLS memakai seragam madrasah asal, dan tetap berada di rumah masing-masing, ” jelasnya.

Lebih lanjut, pelaksanaan PLS itu mengacu ke Peraturan Mendikbud (Permendikbud) Nomor 18 Tahun 2016. Disebutkan ada 13 kegiatan tetap dan 23 kegiatan pilihan. “Tentunya di masa pandemi disesuaikan dengan surat edaran Mendikbud, ” membuka Taryono.

Untuk materi yang diberikan adalah, wawasan wiyata mandala, kesadaran berbangsa dan bernegara, belajar efektif di masa pandemi Covid-19, pendidikan karakter, tata kesesuaian siswa, serta pengenalan kurikulum 13.

Seperti diketahui, takwim akademik akan mulai berjalan dalam tanggal 13 Juli 2020. Tetapi kondisi wabah belum teratasi dengan penuh, maka dipastikan belum tersedia kegiatan tatap muka secara langsung di sekolah. “Kalender akademik lestari harus berjalan, dan itu dimulai pada 13 Juli. Namun karena situasi Covid, maka belum tersedia kegiatan tatap muka. Instruksi Gajah, yang boleh belajar tatap muka adalah daerah yang sudah hadir zona hijau, ” jelasnya.

Berdasarkan data Gugus Suruhan Provinsi Banten, wilayah Tangerang Besar yang meliputi Kota Tangsel, Praja Tangerang, dan Kabupaten Tangerang sudah memasuki zona kuning. Meski di kemudian hari nantinya memasuki zona hijau, proses kegiatan di sekolah tetap harus diatur secara ketat.

“Akan dibahas secara gugus tugas seperti apa pelaksanaannya. Karena kalaupun zona hijau, maka kita harus menyiapkan protokol Covid-19 dengan ketat, ” kata Taryono.