batasi-konsumsi-susu-dan-gula-untuk-atasi-jerawat-1

Batasi Konsumsi Susu dan Gula untuk Atasi Jerawat

Susu tingkatkan kadar insulin yang mampu sebabkan jerawat.

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA – Masalah jangat dapat muncul karena penuh alasan, misalnya stres, tidur menggunakan riasan wajah, dan ketidakseimbangan hormon. Tetapi penyumbang utama masalah kulit serupa jerawat adalah makanan yang dikonsumsi.

Pakar gizi dari AS, Isabel Smith, mengatakan makanan yang harus dibatasi untuk menghentikan dan menghindari masalah jerawat adalah susu dan gula. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa susu dapat memajukan kadar insulin, yang lalu meningkatkan produksi hormon pencetus sebum sehingga mempengaruhi jerawat.

Menurut pengkajian, sebanyak 85 persen dalam AS berpotensi mengalami jerawat, dan membatasi konsumsi susu bisa menjadi salah satu solusinya. Hal ini juga berlaku untuk orang masa.

“Jika Kamu masih ragu apakah susu atau gula adalah perkara bagi kulit Anda, coba saja buktikan sendiri secara membatasinya dan lihat apakah itu membaik. Ini jalan termudah dan termurah untuk menguji, ” kata Smith seperti dilansir dari Eat This, Sabtu (24/7).

Dokter kulit yang berbasis di New York, Whitney Bowe, juga meluluskan bahwa susu menjadi lupa satu faktor utama timbulnya jerawat. Bahkan jika jangat tidak mengalami burn, tersedia bukti bahwa susu mampu menyebabkan peradangan sistemik serta berkontribusi pada beberapa masalah kesehatan termasuk sakit besar, imun rendah, gangguan pencernaan, masalah memori, resistensi insulin, hidung tersumbat, perubahan situasi hati, dan lainnya.

Selama ini kita sudah terdoktrin bahwa susu adalah minuman sehat. Tersebut tidak salah, karena susu memiliki nutrisi penting & menyehatkan seperti vitamin B, vitamin K, protein, & kalsium.

Kalau ternyata Anda harus melalaikan produk susu agar jerawat memudar, jangan khawatir. Saat ini ada banyak sekali alternatif non-susu yang bisa dikonsumsi sesuai yogurt, es krim, serta keju, yang dapat memberikan vitamin seperti susu. Tersedia juga susu nabati dengan bisa dikonsumsi seperti susu almond, susu oat, susu chia, susu rami, mematok susu pisang.

Tapi meskipun beberapa sumber susu alternatif mengandung bertambah sedikit kalori, banyak susu nabati yang kandungan gulanya juga tinggi. Jadi menghormati kembali kandungan gulanya sebelum mengonsumsi.