Barang apa yang Terjadi Ketika Tubuh Majenun Virus Airborne?

Barang apa yang Terjadi Ketika Tubuh Majenun Virus Airborne?

WHO mengakui ada bukti yang tumbuh bahwa virus corona mungkin airborne.

REPUBLIKA. CO. ID, JENEWA — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam hari Selasa (7/7) mengatakan bahwa penyebaran virus corona penyebab Covid-19 melalui udara ( airborne ) tidak dapat dikesampingkan, terutama dalam ruang publik. Badan kesehatan PBB tersebut mengakui tersedia bukti yang muncul bahwa virus SARS-Cov-2 dapat disebarkan oleh partikel-partikel kecil yang tersebar di udara.

Penyakit yang ditularkan melalui hawa adalah segala kondisi yang dikarenakan oleh mikroba yang ditransmisikan melalui udara. Dilansir Times Now News , Jumat (10/7), Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis pandemi Covid-19 di WHO, mengutarakan bahwa badan kesehatan tersebut pada beberapa hari mendatang akan mendatangkan ringkasan ilmiah yang merangkum pengetahuan tentang cara penularan virus.

Apa yang terjadi ketika mikroorganisme di udara memasuki tubuh Anda? Ketika patogen melalui suasana memasuki tubuh, ia akan menyebabkan reaksi peradangan pada saluran udara bagian atas, yang memengaruhi indra, sinus, tenggorokan, dan paru. Ini dapat menyebabkan hidung tersumbat, serta sakit tenggorokan.

Namun, beberapa patogen di suasana dapat menyerang jantung, ginjal, & saraf, bukan hanya sistem pernapasan. Para peneliti telah menemukan kalau virus SARS-CoV-2 dapat merusak segenap tubuh manusia, termasuk jantung, buah, hati, sistem saraf, dan bagian lainnya.

Para mahir mengatakan virus itu memicu ketidakseimbangan dalam respons imun dan peradangan berlebihan, yang mengakibatkan kerusakan ke seluruh tubuh. Pada dasarnya, aib yang ditularkan melalui udara dapat menyebar ketika orang yang terkena bersin, batuk, berbicara, atau menggunakan sekresi hidung dan tenggorokan ke udara.  

Mikroorganisme yang ditransmisikan ke udara, seolah-olah bakteri, virus, jamur, dapat merebak melalui kabut halus, debu, aerosol, atau cairan. Para peneliti mengucapkan, partikel-partikel aerosolis, yang mungkin dihasilkan dari sumber infeksi, sering tentu menggantung di arus udara dan dapat menempuh jarak yang lulus jauh, meskipun banyak partikel berjatuhan di sekitarnya.

Bagian aerosolis yang menggantung dapat dihirup oleh inang yang rentan.   Penelitian telah menunjukkan bahwa partikel di udara dapat tetap terlokalisasi ke ruangan atau bergerak tergantung pada aliran udara.

Oleh karena itu, dalam beberapa kasus di mana ada aliran udara yang tidak memadai seperti panti sakit, partikel dapat tetap beruang di ruangan dan dihirup oleh pasien yang baru dirawat. Kaum tindakan pencegahan yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko tertular penyakit yang ditularkan melalui hawa meliputi:

– Menjemput tindakan pencegahan mendasar, seperti sering mencuci tangan dengan sabun serta air selama setidaknya 20 detik/

– Desinfeksi lengah dengan saksama.

– Menggunakan masker atau respirator yang baik atau alat pelindung muncul (APD).

– Menghindari atau membatasi waktu yang dihabiskan di sekitar pasien yang mungkin menjadi sumber infeksi.

– Vaksinasi rutin terhadap keburukan yang diyakini ada secara lokal.

– Menyediakan bagian isolasi tekanan negatif.

Kontrol dan pencegahan penularan keburukan melalui udara memerlukan kontrol cucuran udara dengan menggunakan sistem ventilator yang dirancang khusus selain dibanding mengambil langkah-langkah dasar. Dalam umum kasus, agen antivirus dan antibiotik tidak diresepkan karena infeksi dengan ditimbulkan oleh virus. Manajemen penyakit yang ditularkan melalui udara membabitkan tim interprofesional yang didukung oleh serangkaian pedoman dan aturan vila sakit.