Asosiasi Pasundan Larang Sekolah Gelar Tatap Muka

Asosiasi Pasundan Larang Sekolah Gelar Tatap Muka

Paguyuban tak ingin mengambil resiko yang nanti akan membahayakan peserta didik.

REPUBLIKA. CO. ID,   BANDUNG — Ketua Umum Pengurus Tinggi Paguyuban Pasundan, Prof H M Didi Turmudzi MSi menyatakan, madrasah di bawah naungan Yayasan Pelajaran Dasar dan Menengah (YPDM) Pasundan belum diberi izin untuk pembelajaran tatap muka. Payuban Pasundan sedang tetap bersikap waspada.

“Untuk sekolah yang berada dalam zona merah, kami tidak mau memberi izin dibuka, kalau buat zona hijau kami akan dipersilakan, ” ujar Didi saat meresmikan Pasundan Mart untuk Pendidikan dan Masyarakat Pasundan Sabtu (19/12) dalam SMK Pasundan 2 Banjaran.  

Didi mengucapkan, Paguyuban Pasundan tidak ingin mengambil resiko yang nanti akan membahayakan peserta didik dan pendidik sebab pandemi saat ini belum sempurna. “Kami tidak mau mengambil resiko,   menyelamatkan anak-anak tentu menjadi hal yang lebih penting. Selain itu juga perlu memperhatikan adat kesehatan yang jangan sampai diabaikan, ” katanya.

Menurut Didi, YPDM Pasundan belum mengeluarkan izin untuk kembali dibukanya 120 sekolah di bawah lingkungan YPDM bagus SD, SMP, SMA dan SMK.  

Saat ini Disdik Jabar tengah melakukan berbagai ancang-ancang seperti simulasi yang sudah kaum kali digelar untuk menentukan besar belajar tatap muka, menyebarkan tulisan edaran mengenai standar operasional metode (SOP).

Adapun pemberian izin, hal ini akan mengacu di berbagai hal, mulai dari zona, kesiapan sarana dan prasarana, hingga mempertimbangkan laju penyebaran COVID-19.

Sesuai kewenangan Disdik Jawa Barat, sekolah tatap muka di level Jawa Barat ini hanya asi untuk tingkat SMA. Sedangkan tingkat SMP dan SD kewenangannya tersedia di pemerintah kabupaten/kota.  

Acara peresmian Minimarket Pasundan, dihadiri juga oleh Anggota Komisi 1 DPR RI, Mayjen TNI Dr. H. TB Hasanuddin, yang serupa menjadi Pangaping Paguyuban Pasundan. Menurutnya, Paguyuban Pasundan berdiri dengan misi memerangi kemiskinan serta kebodohan, dan Pasundan Mart adalah salah mulia upaya dalam memerangi kemiskinan tersebut.

“Sebelumnya kami juga berencana  mendirikan koperasi di 27 Praja dan Kabupaten sejauh ini segar diresmikan tujuh dan tiga lainnya sudah bagus, yang paling istimewa adalah dimanage dengan baik sebab pengurusnya, ” katanya.

 

TB Hasanuddin juga mengajak agar warga Paguyuban Pasundan bisa berlari dalam kepemimpinan Prof Didi agar dapat mensejahterakan rakyat. Pikiran dari Pasundan Mart adalah melihat banyaknya minimarket, yang dia menentang bukan koperasi, tapi milik perorangan harganya pun diatur oleh mereka. Dari sana muncul keinginan untuk membangun Pasundan Mart.  

“Akhirnya kita langsung menghubungi grosir sehingga barang bisa dijual bertambah murah dari minimarket lainnya. Sebanyak 20 persen laba, akan menjelma keuntungan bagi usaha koperasi, ” paparnya.

Paguyuban Pasundan pula berencana mendirikan Pasundan Mart dalam 27 Kota dan Kabupaten yang ada di Jawa Barat, mulai dari  Kabupaten Bandung dan dilanjutkan di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Garut dan Tasik.

“Untuk modal Paguyuban Mart menggunakan macam B dengan modal 44 juta sudah mendapatkan 70 item dan kelanjutannya akan dilakukan terus-menerus agar semakin berkembang, ” katanya.