Anak uang, Penyebab Utama Krisis Ekonomi Ijmal

Anak uang, Penyebab Utama Krisis Ekonomi Ijmal

REPUBLIKA. CO. ID, JAKARTA —  Riba yang diharamkan sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan salah satu dosa besar yang pasti akan menimbulkan akibat membatalkan. Salah satunya, yakni dampak kepada ekonomi.

Dikutip dari buku Harta Haram Muamalat Kontemporer karya Erwandi Tarmizi, krisis ekonomi global yang mendera dunia pada 2008 disebabkan oleh anak uang.   Dalam buku Krisis Ekonomi Global Dan Squsi Ekonomi Islam   dijelaskan faktor utama penyebab krisis ialah riba (Al Azmah Al Maliyah Al Amaliyah).

Peristiwa ini bisa dilihat dari kronologi krisis sebagai berikut.   Di rentang 2002-2006 suku bunga (riba) bank di Amerika cukup lembut sedangkan harga properti mengalami kenaikan yang cukup tajam, maka penyampaian kredit properti warga Amerika menyusun. Hal ini disambut baik sebab bank-bank konvensional dengan memudahkan mas kredit.  

Sama dengan dimaklumi bahwa suku bunga bank tidak tetap, naik-turun seiring dengan naik-turunnya suku bunga yang ditetapkan oleh bank sentral.   Pada awal 2006 terjadi perubahan tajam, di mana suku bunga bank naik sedangkan harga properti melandai.  

Maka para-para debitur tidak memiliki pilihan selain menghentikan angsuran kredit karena cicilan yang harus mereka bayar sejenis besar disebabkan naiknya suku kembang bank, juga tidak senilai dengan harga properti yang mereka kulak disebabkan menurunnya harga properti. Oleh karena itu terjadilah kredit macet.

Dengan terjadinya kredit macet, kebiasaan keuangan Amerika menjadi lumpuh sehingga beberapa bank mengumumkan jatuh. ltulah penyebab awal terjadinya krisis ekonomi global.  

Saat kredit menjadi macet datang pada taraf yang mengkhawatirkan, otomatis institusi-institusi keuangan yang berinvestasi pada kredit perumahan mengalami kerugian luhur.   Akibat jatuhnya institusi keuangan tersebut berdampak pada kinerja bagian Amerika di bursa saham dengan terjun bebas, sehingga dampaknya pula ke indeks bursa saham Amerika (DJIA), karena institusi keuangan memiliki kapitalisasi pasar yang cukup bermanfaat.

Akhirnya investor-investor mulai menarik dananya dari bursa sehingga kejatuhan indeks bursa semakin pelik.   Penarikan dana juga dilakukan di bursa-bursa global, karena umumnya pihak asing juga memiliki banyak dana di bursa asing (termasuk di Indonesia). lnilah sebabnya pengaruh kejatuhan bursa di Amerika pula mengimbas ke bursa-bursa di seluruh dunia.  

Untuk mengetahui riba adalah faktor pati terjadinya krisis ekonomi global, serupa bisa dilihat dari tindakan dengan diambil oleh bank sentral Amerika untuk menghadapi krisis kredit perumahan. B ank sentral Amerika  menurunkan suku bunga tenggat mencapai satu persen untuk meredam ketatnya likuiditas. Dengan demikian, itu hanya bermain dengan menurunkan & menaikkan suku bunga (riba) (Majalah Al Bayan ).

Oleh sebab penyebab krisis ini adalah anak uang maka bank-bank syariah terhindar daripada krisis. Berdasarkan laporan dari International Financial Services, London yang berjudul, Islamic Finance 2009   memuat, “Dampak krisis keuangan dan ekonomi global tak menerpa Iembaga keuangan syariah begitu fatal seperti yang dialami oleh bank-bank konvensional. Hal ini dikarenakan, syariat Islam yang merupakan kebijakan bank-bank tersebut mengharamkan produk-produk dengan menyebabkan timbulnya krisis. ” (Iqtisihad Islami).