15 Gedung Isolasi Kurang SDM, Mencuraikan Libatkan TNI/Polri

15 Gedung Isolasi Kurang SDM, Mencuraikan Libatkan TNI/Polri

Menyambut akhir tahun, tingkat keterisian tempat tidur di RS rujukan semakin menipis,

REPUBLIKA. CO. ID,   BANDUNG — Pemerintah Kawasan (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) terus mematangkan rencana penyiapan 15 gedung tambahan untuk ruang isolasi pasien COVID-19. Jelang akhir tarikh, tingkat keterisian ranjang di vila sakit rujukan semakin menipis.  

Gubernur Jabar Ridwan Kamil, mengikuti telekonferensi bersama Gajah Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman & Investasi Republik Indonesia (RI) Luhut Binsar Pandjaitan bersama para menteri Kabinet Kerja, serta Gubernur DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.  

Telekonferensi dilanjutkan dengan rakor Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Menggambarkan di Gedung Sate.  

Ridwan Kamil melaporkan strategi serta beberapa opsi lokasi gedung tambahan yang akan dipergunakan untuk isolasi mandiri pasien COVID-19. Termasuk, kemungkinan ada tambahan lagi dari TNI Angkatan Darat di mana Jawatan Pusdik dan Secapa Kota Bandung akan dipinjam-pakai selama satu bulan.  

Untuk itu, taat Ridwan Kamil, Komite Kebijakan Pengerjaan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar segera menganalisis rasio gedung tambahan dengan ketersediaan gaya kesehatan.  

Menurutnya, total gedung dengan Sumber Daya Bani adam (SDM) tidak seimbang.   “Apabila ada kekurangan SDM, maka bakal subsidi silang dengan kota/kabupaten dengan kasusnya rendah, ” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (14/12).

Jika masih belum cukup juga, kata dia, Komite Kebijakan COVID-19 Jabar hendak meminta bantuan TNI/Polri untuk memacu tenaga kesehatannya. “Apakah bisa di-cover oleh nakes TNI/Polri. Jabar itu luas jadi ada daerah yang bebannya rendah itu akan kita BKO ke daerah yang bebannya tinggi, ” katanya.    

Opsi terakhir, kata dia, yakni mengaktifkan relawan yang sudah direkrut dengan kemungkinan besar menambah bertambah banyak relawan.  

Secara strategi matang dan berbagai opsinya, Emil yakin semuanya berjalan lancar sehingga rasio keterisian tempat rebah bisa turun. Saat ini level keterisian mencapai 75 persen. “Mungkin minggu depan bisa turun dengan bertambahnya jumlah bed dan kawasan isolasi mandiri, ” katanya.  

Meski makin banyak penderita COVID-19, kata dia, namun tingkat kesembuhan di Jabar per 13 Desember 2020 tetap tinggi yakni 81, 98 persen, sementara nilai nasional 81, 90 persen. Level kematian 1, 6 persen pada bawah angka nasional 3, 0 persen. Trennya menurun selama 14 hari terakhir. Dan angka Reproduksi Efektif (Rt) per 9 Desember 2020 di angka 1, 61.    

Adapun lantaran data per 7-13 Desember 2020, ada 8 daerah masuk Daerah Merah (Risiko Tinggi) yakni Kabupaten Garut, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Depok, dan Kota Cimahi.

“Kepada dengan ada di zona merah untuk terus memperhatikan potensi yang hendak terjadi, ” katanya.